Breaking News:

14 Kapal Tenggelam

Kerahkan 20 Kapal Hingga Pesawat dan Helikopter, SAR Juga Lakukan Penyisiran di Pesisir Pantai

Mulai dari kapal, pesawat, hingga dengan helikopter, Yopi Haryadi juga menerangkan pihak SAR dengan berbagai elemen akan melakukan penyisiran

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Try Juliansyah
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Petugas mengevakuasi jenazah korban kapal tenggelam yang kembali ditemukan di perairan sekitar Muara Jungkat, di Posko SAR Gabungan, Jalan Rahadi Usman, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 17 Juli 2021. Dari pagi hingga Sabtu siang WIB petugas mengevakuasi dua korban kapal nelayan tenggelam dalam keadaan meninggal dunia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memasuki hari kelima pencarian pasca di laporkan belasan kapal tenggelam diperairan Kalbar pada Selasa 13 Juli 2021, Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak Yopi Haryadi mengungkapkan pihaknya memaksimalkan potensi yang ada.

Mulai dari kapal, pesawat, hingga dengan helikopter, Yopi Haryadi juga menerangkan pihak SAR dengan berbagai elemen akan melakukan penyisiran dipesisir pantai.

"Hari ini kita tetap dengan empat sektor dengan perluasan wilayah pencarian yang diharapkan juga oleh Bapak Gubernur. Kita kerahkan 18 kapal untuk hari ini dengan dua kapal stand bye, jadi total kapal untuk pencarian ini ada 20," ujarnya, Minggu 18 Juli 2021.

"Selain pencarian lewat laut kita juga akan maksimalkan dengan pencarian lewat udara. Kita dapat dukungan dari TNI AL ada dua pesawat, dan kita juga dibantu Polairud yang menurunkan helikopter," tambahnya.

DAFTAR Nama Korban Meninggal Dunia Dalam Tragedi Kapal Hilang dan Tenggelam di Perairan Kalbar

"Selain daripada metode tersebut, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kodam XII/Tpr, akan melakukan penyisiran di pesisir pantai antara Jungkat sampai dengan Tanjung Bangkai," timpal Yopi.

Menurut Yopi penyisiran di pesisir pantai dilakukan karena dari hasil prediksi dari hanyutan korban ada diluar memungkinkan ada korban yang terdampar.

Terlebih secara faktual, kata Yopi, pihaknya juha telah medapati korban terdampar dipesisir.

"Dan memang pesisir antara Jungkat dan Tanjung Bangkai masih banyak yang belum berpenghuni, maka kami upayakan menyisir itu, dan juga kami tambahkan dengan perahu karet," katanya. 

(Simak berita terbaru dari Tragedi 14 Kapal Tenggelam)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved