Breaking News:

Pola Hidup Sehat

Ibu Hamil Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Waspada Efeknya Pada Bayi Berikut Ini

Sebaiknya, konsultasi dengan dokter untuk menemukan cara yang paling tepat untuk mengontrol tekanan darah sebelum, saat, dan setelah kehamilan.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Shutterstock
Dilansir dari Healthline, kehamilan menyebabkan perubahan hormon dan perubahan perubahan psikologis serta fisik. 

2. Hipertensi gestasional

Hipertensi gestasional terjadi ketika wanita hamil memiliki tekanan darah tinggi dan tidak memiliki protein dalam urin atau masalah jantung dan ginjal.

Hipertensi gestasional ini biasanya akan hilang setelah melahirkan. Namun, beberapa wanita dengan kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi terserang hipertensi kronis di masa mendatang.

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Hal Ini Wajib Dilakukan Sebelum Vaksinasi Covid-19

3. Preeklamsia/eklampsia

Preeklamsia terjadi ketika wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah tiba-tiba mengalami lonjakan tekanan darah dan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan.

Dalam beberapa kasus, wanita yang mengalami preeklamsia dapat mengalami kejang. Ini disebut eklampsia, yang merupakan keadaan darurat medis.

Komplikasi tekanan darah tinggi selama kehamilan

Menurut CDC, komplikasi tekanan darah tinggi selama kehamilan tak hanya dialami oleh ibu, tetapi juga bayi yang dikandungnya.

Berikut adalah komplikasi tekanan darah tinggi selama kehamilan untuk ibu dan bayi yang harus diwaspadai:

1. Untuk ibu: preeklamsia, eklampsia, stroke, kebutuhan induksi persalinan (pemberian obat untuk memulai persalinan), dan solusio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim)

2. Untuk bayi: kelahiran prematur (kelahiran sebelum 37 minggu kehamilan) dan berat badan lahir rendah.

5 Buah ini Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi Hingga Hilangkan Hipertensi Secara Cepat

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved