Breaking News:

PPKM Darurat Pontianak-Singkawang Mulai Hari Ini, Polisi Lakukan Penyekatan Jalan 24 Jam

Karena, dasar PPKM darurat ini juga dari pusat dari kementerian yang menganalisis Kota Pontianak

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Suasana penyekatan di simpang empat PCC Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Mulai hari ini, Senin 12 Juli 2021 Kota Pontianak resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

PPKM Darurat berlaku selama sembilan hari hingga Selasa 20 Juli 2021mendatang. Tak hanya Pontianak, Kota Singkawang juga diberlakukan PPKM Darurat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, Kota Pontianak akan diberlakukan seperti semi lockdown. Sejumlah ruas jalan akan dilakukan penyekatan, selama 24 jam untuk membatasi mobilitas warga dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

"PPKM Darurat dimulai 12 sampai 20 Juli 2021. Itu semi lockdown, lebih ketat lagi. Kita akan menyekat lagi tidak hanya malam hari, tapi mulai dari pagi hari," ungkapnya, Minggu 11 Juli 2021.

Penyekatan beberapa ruas jalan tersebut, dilakatakannya untuk membatasi mobilitas masyarakat selama zona merah atau resiko tinggi penyebaran Covid-19. Untuk itu, diharapkan Edi Rusdi Kamtono, dengan diterapkannya PPKM darurat ini bisa menekan angka penularan Covid-19 dan bisa keluar dari zona merah.

"Karena kita sudah menerapkan beberapa yang harus dipatuhi seperti work from home (WFH) 100 persen untuk kantor-kantor pemerintah yang tidak langsung pelayanan publik. Kecuali yang esensial kita batasi menjadi 50 persen," ungkapnya.

Untuk semua toko, mall dan tempat aktivitas lainnya, Edi menegaskan, semuanya ditutup. Pengecualian, yang esensial seperti apotek, rumah makan, dan toko sembako yang memang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

"Kita mohon kerja sama seluruh warga kota dan sekitar untuk mendukung PPKM darurat ini. Dengan tujuan untuk menekan angka penularan Covid-19 atau mengubah zona merah di Kota Pontianak sekarang ini menjadi oranye atau kuning," jelas Edi Rusdi Kamtono.

Aturan PPKM Darurat Pontianak Sesuai Surat Edaran Wali Kota

Untuk ruas jalan, lanjutnya, akan dilakukan penyekatan di sejumlah pusat-pusat kota. Selain itu, penyekatan juga akan dilakukan di batas kota, seperti di Batu Layang, Jalan Ahmad Yani, Sungai Ambawang, Jeruju, Kota Baru dan Kakap. Penyekatan akan dilakukan 24 jam. "Jadi benar-benar mobilitas masyarakat, kita batasi sekali," ungkapnya.

Kemudian untuk di lintas batas kabupaten, pihaknya juga akan melakukan pengecekan. Karena, dikatakan Edi, seharusnya semua pihak harus mendukung PPKM darurat ini yang menerapkan WFH.

Edi Rusdi Kamtono menekankan jika bukan di sektor kesehatan lebih baik di rumah saja. "Cuma untuk pasar, masih kita izinkan dengan syarat prokes ketat," imbuhnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved