Pembukaan MTQ, Kepala Kemenag Mempawah Ajak Bumikan Al-Quran

Sementara itu, Kepala Kemenag Mempawah, Mi’rad, mengatakan, MTQ pertama kalinya diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan Ramadhan 196

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Kemenag Mempawah, Mi'rad, saat memberikan sambutan dalam pembukaan MTQ ke-32 Tingkat Kabupaten Mempawah, di Kecamatan Sungai Kunyit, Sabtu 10 Juli 2021 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 32 Tingkat Kabupaten Mempawah dibuka secara resmi oleh Bupati Mempawah, Erlina, di Sui Kunyit pada Sabtu 10 Juli 2021 malam.

Erlina berharap MTQ Mempawah ini melahirkan kafilah yang unggul, sehingga dapat menjuarai pada event MTQ Tingkat Propinsi bahkan nasional nantinya.

Hal itu dinyatakan Erlina sesaat membuka secara resmi kegiatan MTQ yang ditandai dengan memukul beduk serta diikuti dengan memukul tar yang dilakukan oleh Ketua LPTQ Propinsi Andi Musa, Wakil Bupati Muhammad Pagi, Kepala Kemenag Mempawah Mi’rad, Ketua MUI yang juga Ketua Dewan Hakim MTQ KH. Tusirana Rasyid dan pejabat lainnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Mempawah, Mi’rad, mengatakan, MTQ pertama kalinya diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan Ramadhan 1968.

Menteri Agama dijabat oleh KH. Muhammad Dahlan bersama Prof. KH. Ibrahim Hossen adalah pemprakarsa penyelenggaraan MTQ tingkat nasional.

Suhartono: Terimakasih Kepada Seluruh Stakeholder yang Ikut Andil dalam MTQ ke-32 Mempawah

“Adanya pelaksanaan Musabaqah Tilawah al-Qur’an ini tidak lepas dari adanya kerja sama dan dukungan dari negara/pemerintah pusat yang diwakili Kementerian Agama dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota untuk menyokong kesuksesan terselenggaranya agenda rutin tersebut,” terang Mi’rad, Minggu 11 Juli 2021.

Lanjut kata Mi'rad, dengan ilmu dan seni, kehidupan beragama menjadi lebih sempurna. Dengan seni hidup menjadi maju dan indah. Dengan agama hidup menjadi bermakna dan bahagia. Tanpa seni hidup menjadi kasar, tanpa ilmu hidup menjadi sulit, dan tanpa agama hidup menjadi tidak bermakna. Seni tanpa agama juga akan menjadi tidak terarah

“Saya berharap agar MTQ ini tidak hanya sekedar ajang lomba, adu kompetisi, tetapi juga sebagai regenerasi Qur’ani. Bukan hanya tentang membaca al-Quran, tetapi juga diharapkan dapat lebih mencintai, memahami dan membumikan pesan-pesan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” harap Mi'rad. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved