Jamal Ditemukan Meninggal di Camp Proyek, Kapolsek Putussibau Sebut Tak Ditemukan Tanda Kekerasan 

Dijelaskan Faldo, hasil pemeriksaan korban kondisi posisi sujud dengan di jumpai lebam mayat, lebam mayat pada daerah muka, kedua lengan tangan, kedua

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas Kepolisian saat melakukan evakuasi korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, di camp proyek SDN 01 Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan, Jumat 9 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kapolres AKBP Wedy Mahadi melalui Kapolsek Putussibau Selatan IPDA Faldo Yefri Oktavianus menyatakan, hasil visum terhadap korban yang meninggal dunia di Camp Proyek SDN 01 Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, belum keluar.

"Hasilnya kita menunggu 3 hari kedepannya, namun hasil observasi awal dari tim pemeriksa, tidak ditemukan dan tidak dijumpai tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujarnya kepada Tribun, Minggu 11 Juli 2021.

Dijelaskan Faldo, hasil pemeriksaan korban kondisi posisi sujud dengan di jumpai lebam mayat, lebam mayat pada daerah muka, kedua lengan tangan, kedua lutut, di daerah mulut di jumpai muntah dengan darah berwarna hitam.

"Di perkirakan kematian sudah lebih dari 8 jam, dan pastinya jelas menunggu hasil visum," ucapnya.

Polres Kapuas Hulu dan Jajaran Laksankan Gerakan Hening Cipta Indonesia

Kapolsek menuturkan, mayat sudah di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Masjid Darussalam Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan.

"Proses pemakaman berjalan dengan lancar dan kondusif," ujarnya

Korban bernama Jamaludin berusia 29 tahun, yang merupakan warga Dusun Banggala, Desa Banggalamulya Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan kronologi kematian korban, pada Jumat 9 Juli 2021 pukul 06.30 WIB, di temukan Jasad di ruangan bekas bangunan sekolah SDN 1 Kedamin Hilir sudah dalam keadaan meninggal dunia, di Jalan Banin Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan.

Awalnya hari Kamis 8 Juli 2021 pukul 18.30 WIB, temannya korban yaitu Adi, Upir dan karyawan lainnya sedang di camp proyek SDN 1 tersebut untuk beristirahat. 

Beberapa saat kemudian datanglah korban ke lokasi tersebut dari Kecamatan Badau, dan menanyakan untuk mencari pekerjaan. Lalu ditawarkan karyawan yang ada camp tersebut untuk istirahat, karena melihat kondisi korban sudah tidak sehat.

Dishub Kapuas Hulu Siap Bantu Kejari Tuntaskan Dugaan Tipikor Pembangunan Terminal Bunut Hilir

Lalu korban diberikan sepiring nasi, satu buah botol air mineral dan sekaligus segelas susu sambil mengantar korban ke pondok untuk beristirahat. Keesokan harinya pada hari Jumat 9 Juli 2021 pukul 06.30 WIB,

Adi berniat mengantar sarapan ke korban, pada saat tiba di pondok dan membuka pintu melihat korban dalam posisi membungkuk ke depan, dengan posisi sujud dan tangan kiri memegang perut dan di sekitar korban bersimbah darah.

Kemudian Adi memberitahuan kepada temannya yaitu Deri agar menghubungi  Haji Olai sebgai pimpinan proyek, atas kejadian tersebut mengadukan kejadian ke Mapolsek Putussibau Selatan. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved