Penanganan Covid
Daftar Penyakit Komorbid yang Tidak Boleh Vaksin Covid-19
Namun demikian, kamu harus tahu ada beberapa orang yang punya komorbid atau penyakit penyerta yang menjadi sebab tidak bisa divaksin.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Vaksin, apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.
Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin yang lain.
Beberapa gejala tersebut antara lain:
- Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.
- Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, mual dan sakit kepala.
Apabila mengalami reaksi/gejala/keluhan setelah vaksinasi dimohon untuk tetap tenang.
Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada tempat suntikan tersebut.
Jika demam, kompres/mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat.
Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
Laporkan semua reaksi/keluhan yang terjadi setelah vaksinasi ke petugas kesehatan.
Segera lapor kepada petugas kesehatan yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi atau ke puskesmas terdekat.
Ikuti petunjuk yang telah diberikan oleh petugas.
Jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia adalah:
1. Sinovac
2. AstraZeneca
3. Sinopharm
4. Novavax
5. Moderna
6. Pfizer
7. Cansino
8. Sputnik V
Penggunaan vaksin tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan izin edar atau Izin Penggunaan Pada Masa Darurat (Emergency Use of Authorization/EUA) dari BPOM.