Seorang Nenek Hilang di Desa Mawan Selimbau, Sudah 10 Hari Belum Ditemukan

"Korban hilang belum ditemukan sudah lebih dari 10 hari, dan diketahui hilang pada Minggu 27 Juni 2021 kemarin," ucapnya.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Petugas Kepolisian dan TNI bersama masyarakat setempat saat mencari korban yang hilang di Desa Mawan Kecamatan Selimbau, Rabu 7 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi melalui Kapolsek Selimbau AKP Selamet Riadi membenarkan ada seoran warga di Desa Mawan, Kecamatan Selimbau, hilang di daerahnya tersebut dan hingga saat ini belum juga ditemukan.

"Menurut laporan yang kami terima bahwa, korban adalah seorang nenek bernama Ani berusia 65 tahun, merupakan warga Dusun Teluk Kelapa, Desa Mawan Kecamatan Selimbau," ujarnya kepada Tribun, Kamis 8 Juli 2021.

Dijelaskannya, hingga saat ini korban yang hilang belum ditemukan, dan pihaknya bersama perangkat desa serta masyarakat setempat terus mencari keberadaan korban yang hilang tersebut.

"Korban hilang belum ditemukan sudah lebih dari 10 hari, dan diketahui hilang pada Minggu 27 Juni 2021 kemarin," ucapnya.

Terima Audensi Basarnas Kalbar, Wabup Wahyudi Dukung Basarnas di Kapuas Hulu

Menurut informasi yang diterima dari keluarga korban, jelas Kapolsek, korban memiliki riwayat penyakit maag kronis, sudah hampir 7 sampai 8 bulan ini.

"Jadi korban tidak ada permasalahan keluarga, sejak sakit memang kurang beraktivitas," ujarnya.

Sedangkan kronologi kejadian, Minggu 27 Juni 2021 dini hari sekitar pukul setengah empat, anak korban yang sudah tidak tinggal bersama satu rumah dengan korban, datang ke rumah ibunya tersebut.

"Tiba disana, melihat pintu rumah terbuka, anaknya korban langsung masuk rumah dan membuka pintu kamar ibunya, namun ibunya atau korban tidak berada dalam kamar tersebut," ucapnya.

Mengetahui ibunya tidak ada dalam kamar, anak korban tersebut langsung menanyakan ke adek-adek nya yang masih tinggal dalam satu rumah dengan korban tersebut.

"Ketika ditanya dimana keberadaan ibunya itu, semuanya tidak mengetahui. Lalu dicari ke rumah anaknya korban lainnya yang tidak jauh dari rumah korban, namun juga tidak ada di sana," ujarnya.

Setelah itu barulah pihak keluarga meminta tolong warga lainnya untuk mencari keberadaan korban yang hilang tersebut. Lalu sekitar pukul 06.00 WIB satu kampung mencari korban kemana-mana baik jalur darat maupun di jalur sungai.

"Kata keluarga korban, mereka sudah mencoba mencari korban dalam air (menyelam) tempat lantin tidak jauh dari rumah korban, namun tidak ditemukan juga," ucapnya.

Begitu juga sudah dilakukan pencarian di lokasi belakang kampung tersebut, hingga saat ini korban juga belum ditemukan.

"Desa Mawan juga sudah meminta tolong masyarakat Desa Sekulat untuk sama-sama mencari korban, baik jalur sungai maupun jalur darat," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved