Dua Direktur PLN Kunjungi PLTU Bengkayang, Tabur 15 Ribu Ikan
sebelumnya telah dilaksanakan Pemeliharaan Tahun Pertama (FYI) oleh pihak kontraktor EPC yang sudah bertarung selama 165 hari.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Direktur Regional Sumkal, M. Iqbal bersama Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril berkunjung ke PLTU Bengkayang dalam rangka Roadshow Kalimantan Barat.
Kedatangan dua Direktur PLN di PLTU Bengkayang ini memberikan kesan bagi para pegawai PLN UPDK Singkawang yang bertanggung jawab dengan PLTU Bengkayang.
Pasalnya, pada kunjungan tersebut, keduanya sempat menebarkan langsung 15.000 ekor bibit ikan air tawar di kolam di halaman PLTU Bengkayang yang telah dibangun oleh para pegawai, setelah sebelumnya berupa rawa dan dipenuhi sisa-sisa proyek pembangunan.
Melihat halaman depan PLTU yang telah tertata rapi dengan taman dan kolam, lengkap dengan pulau buatan yang menarik, membuat kedua Direktur PLN ini memberikan kesan positif.
• Subsidi Diskon Listrik Diperpanjang hingga September 2021, Cek Login https://stimulus.pln.co.id/
"Saya kira semua pembangkit harus ditata secantik ini," ungkap Direktur Regional SumKal, M. Iqbal yang juga diamini oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril, Sabtu 3 Juli 2021.
Pada kunjungan tersebut, dihadir pula GM PLN UIP Kalbar, GM UIKL Kalimantan, GM UIW Kalbar, EVP APK, EVP Retail Sumkal, SRM Niaga UIW Kalselteng, SRM Niaga UIW, SRM Dist UIW, SRM Ren UIW, SRM KKU UIW, SRM UIP, Manager UP3 Singkawang, Manager UP2D Kalbar, Manager UPDK Singkawang dan Manager UP3B Kalbar.
Selain itu, kedatangan dua Direktur PLN ini pula bertepatan dengan proses firing PLTU Bengkayang unit dua, dimana sebelumnya telah dilaksanakan Pemeliharaan Tahun Pertama (FYI) oleh pihak kontraktor EPC yang sudah bertarung selama 165 hari.
Pekerjaan FYI yang seharusnya berlansung 65 hari tersebut mengalami keterlambatan lantaran beberapa kendala, diantaranya akibat pandemi Covid-19 serta kendala lainnya seperti masalah kontraktual dan lainnya.
Kegiatan pemeliharaan tahun pertama atas unit dua tersebut merupakan kewajiban pihak kontraktor EPC dimana mayoritas pekerjanya berasal dari luar negeri. (*)
(Simak berita terbaru dari Singkawang)