Breaking News:

Puluhan Pengunjung Cafe di Pontianak Positif COVID-19, Sutarmidji Sebut PPKM di Daerah Belum Efektif

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan penerapaan PPKM Skala Mikro di sejumlah daerah di Kalbar belum dilaksanakan secara efektif. 

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memantau langsung proses vaksinasi yang berlangsung di GAIA Bumi Raya Mall menyasar pada masyarakat umum usia 18 tahun keatas, Minggu 20 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan penerapaan PPKM Skala Mikro di sejumlah daerah di Kalbar belum dilaksanakan secara efektif. 

Bahkan dikatakannya pada penerapan PPKM di Kota Pontianak beberapa waktu lalu masih ditemukan hampir 30 kasus konfirmasi pada pengunjung di salah satu cafe yang berada di Jalan D A Hadi, Kota Pontianak.

“PPKM masih belum efektif di Kalbar bahkan ada cafe di Pontianak ditemukan hampir 30 orang kasus Positif  hasil swab PCR, bahkan viral loadnya sampai jutaan,” ujarnya Jumat 2 Juni 2021. 

Dikatakannya jika kewenangan penutupan cafe tersebut ada pada dirinya, ia akan mengambil langkah untuk menutup cafe tersebut bahkan lainnya.

Terapkan PPKM Darurat di Pontianak, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas 2 Kali Sehari

“Masalahnya yang berkewenangan menutup nya Pemda kota. Kalau saya jadi Pak Edi sudah tutup saja,”ujarnya.

Lanjutnya, Sutarmidji menjelaskan bahwa Penerapn PPKM seluruh Indonesia yang diterapkan daerah selalu mengacu kepada Instruksi Mendagri.

“Tapi kalau PPKM darurat ini apakah berlaku seluruh Indonesia kita belum tau dan masuk ke semua lini nanti jug harus PCR,” jelasnya.

Dikatakannya Kalbar beberapa waktu lalu sempat kecolongan tidak menutup batas Kalbar dan Kalteng.

“Sebelumnya saya sudah sarankan kepada kabupaten untuk menutup tapi tidak dilakukan. Akhirnya kemarin Melawi sempat zona  merah karena dari perbatasan Melawi bisa nembus langsung ke Palangkaraya dan transportasinya ada,” jelasnya.

Sedangkan pelabuhan laut dan sungai tidak ketat, bahkan ditempat bongkar muat barang ditemukan puluhan kasus yang membuat kondisi seperti sekarang, sedangkan di jalur bandara ada yang ditemukan menggunakan PCR yang palsu. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved