Breaking News:

PMII Pontianak Angkat Bicara Terkait Sekelompok Mahasiswa Mencatut Logo PMII

Penggerebekan kegiatan tersebut lantaran atas dasar pihak panitia tidak melapor kepada pihak RT, kelurahan, kecamatan, maupun Kapolsek setempat.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pengurus cabang PMII Kota Pontianak memberikan klarifikasi terkait penggerebekan yang dilakukan oleh kepolisian sektor Pontianak Barat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus cabang PMII Kota Pontianak memberikan klarifikasi terkait penggerebekan yang dilakukan oleh kepolisian sektor Pontianak Barat terhadap kegiatan organisasi eksternal kampus pada hari sabtu 26 Juni 2021 kemarin di Balai Pertemuan Nadhlatul Ulama Kalimantan Barat.

Penggerebekan kegiatan tersebut lantaran atas dasar pihak panitia tidak melapor kepada pihak RT, kelurahan, kecamatan, maupun Kapolsek setempat.

Padahal saat ini, kota pontianak sendiri sedang menajalankan program PPKM demi memutus mata rantai Covid-19.

Karena kota Pontianak sedang berada dalam zona merah dan tidak diizinkan melakukan kegiatan yang bersifat mengundang massa.

Cegah Penularan Covid-19, PMII se-Kalimantan Barat Dukung Kebijakan PPKM Mikro

Mereka memperjelas sebagai kader PMII dari beberapa kampus di kota Pontianak, seperti IAIN dan Universitas Tanjungpura.

Dengan adanya kejadian tersebut, Ketua PC PMII Pontianak Farizal Amir angkat bicara. Ia menegaskan, bahwa mereka bukanlah kader PMII Cabang Kota Pontianak melainkan dari PMII elegal.

"Bahwa kegiatan yang di bubarkan oleh satgas covid kota pontianak itu bukan kegiatan PMII Pontianak yang legal. Melainkan yang membuat kegiatan tersebut PMII ilegal yang di ketuai oleh (KURNIAWAN) yang telah mencatut logo PMII Kota Pontianak," ungkap Farizal Amir dalam keterangan rilisnya pada Rabu 30 Juni 2021. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved