Keroyok Manager SPBU Sungai Nipah Mempawah, Tiga Pengantri BBM Diamankan Polsek Siantan
Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono membenarkan peristiwa tersebut.
Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Personel Polsek Siantan mengamankan tiga terduga pelaku pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Samsudi yang merupakan manager SPBU di Desa Sungai Nipah Kecamatan Jongkat, Kabupaten mempawah Kalimantan Barat.
Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi pada Jumat, 25 Juni 2021 lalu.
Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono membenarkan peristiwa tersebut.
Dikatakannya, terduga pengeroyokan dan penganiayaan tersebut berjumlah tiga orang yang merupakan pengantri BBM.
"Pelakunya tiga orang. Mereka adalah pengantri BBM yang berinisial DL, DR, DM. Buah dari tindak penganiayaan itu, ketiganya sudah berada di tahanan Polsek Siantan," ujar Kapolsek, Minggu 27 Juni 2021.
• 2297 Warga Mempawah Ikut Vaksinasi Massal Serentak, AKBP Fauzan Apresiasi Antusias Masyarakat
Dijelaskannya, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan itu terjadi pada Jumat 25 Juni 2021, sekitar pukul 19.30 WIB.
Berawal ketika salah seorang pengantri BBM di SPBU Sungai Nipah, berinisial DL, membawa delapan jeriken untuk mengisi minyak jenis solar.
Jeriken-jeriken tersebut lantas diletakkan DL di titik Pulau II SPBU. Tindakan DL ini terlihat oleh Samsudi selaku manager.
"Samsudi selanjutnya menegur Jefri yang bertugas sebagai operator, untuk tidak membiarkan antrian pengisian BBM dengan cara seperti itu. Sebab bisa berbahaya jika ada apa-apa," ungkapnya.
Namu kata Kapolsek, teguran Samsudi kepada Jefri, rupanya terdengar oleh DL. Ia lalu datang lagi dengan sikap marah-marah.
“Meski korban Samsudi sudah memberikan penjelasan, tersangka DL tidak mau menerima. Tangan korban ditarik dan perutnya dipukul menggunakan kepalan tangan,” jelas Kapolsek.
Pukulan yang tak diduga itu, membuat Samsudi terjatuh. Begitu ia coba berdiri, lagi-lagi ia terus dipukul oleh dua pelaku lain, yakni DR dan DM.
“Aksi penganiayaan ketiga pelaku membuat korban Samsudi mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuhnya. Usai kejadian, ia melapor ke Mapolsek Siantan, dan para pelaku langsung kami lakukan penangkapan,” ungkap Kapolsek.
Iptu Rahmad Kartono, selanjutnya menegaskan, pihaknya selama ini telah berupaya untuk melaksanakan patroli dalam rangka mengatur antrian pengisian BBM agar tertib dan dan tidak merugikan masyarakat.
“Kami sangat menyesalkan adanya aksi premanisme di SPBU Sungai Nipah. Terlebih, teguran bukan diberikan kepada ketiga pelaku, melainkan kepada sang operator. Tak semestinya, ketiga pelaku justru melakukan pengeroyokan," tutup Kapolsek. (*)
(Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah)