Breaking News:

Melalui CMS Desa, Bupati Landak Harap Pengelolaan Keuangan Desa Harus Lebih Baik

Dalam sambutannya, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa penerapan sistem pembayaran CMS tersebut merupakan salah satu upaya Pemerin

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kegiatan launching Cash Mangement System (CMS) bagi Desa di Kabupaten Landak pada Selasa 22 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Untuk menerapkan pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel berbasis non tunai. Pemerintah Kabupaten Landak melaksanakan launching Cash Mangement System (CMS) bagi Desa di Kabupaten Landak pada Selasa 22 Juni 2021.

Bekerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar), pemberlakuan pengelolaan anggaran berbasis non tunai tersebut secara resmi diluncurkan oleh Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang didampingi Direktur Utama BPD Kalimantan Barat Cabang Ngabang, Forkopimda Landak, Kepala OPD terkait, Para Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Landak.

Dalam sambutannya, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa penerapan sistem pembayaran CMS tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Landak dalam mendukung terlaksananya transparansi pengelolaan keuangan dana desa.

"Dengan adanya sistem ini pengelolaan keuangan desa kita lebih tertata, transparan, akuntabel serta terlaksana dengan baik," ujar Karolin.

Lanjut Bupati, kita juga berharap kepada pihak Bank Kalbar selaku penyedia sistem supaya aplikasi ini terus dikembangkan dan memperhatikan kepentingan pengguna layanan.

Karolin Margret Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Massal COVID-19 di Kabupaten Landak

"Misalnya layanan yang memiliki lima tahapan dipangkas menjadi dua tahapan hingga menjadi lebih ringkas," ucap Karolin.

Selain itu, Bupati Karolin juga mengatakan bahwa perkembangan teknologi saat ini menuntut penyelenggaraan pemerintahan untuk dapat beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

Hal ini dikatakannya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi guna meningkatkan kualitas kerja yang lebih produktif dan efisien.

"Untuk pengelolaan keuangan desa, kita telah menyediakan aplikasi berbasis teknologi diantaranya Sistem Keuangan Desa, Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara," bebernya.

"Sedangkan upaya kita mewujudkan transaksi keuangan yang aman, efektif dan efisien, pihak perbankan telah menyediakan beberapa fasilitas berbasis teknologi yaitu Cash Management System (CMS) yang hari ini kita luncurkan dan seluruh desa wajib menerapkan CMS ini untuk pembayaran pengasilan tetap (SILTAP) dan tunjangan," tambah Karolin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved