Digitalisasi Ekonomi Kreatif dan UMKM Alternatif Pemulihan Ekonomi di Pontianak Pasca COVID Berakhir

Ambruknya UMKM secara luas dapat berdampak kuat pada ekonomi nasional dan prospek pertumbuhan global pada persepsi dan harapan, dan bahkan pada sektor

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rahman P. Siregar, Mahasiswa Magister Manajemen,Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak 

Rahman P. Siregar
Mahasiswa Magister Manajemen Angkatan 44
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pandemi global Covid-19 yang mewabah disemua negara dunia membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Di Indonesia, pembatasan aktivitas masyarakat sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19 telah menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan secara nasional. Dampak ekonomi akibat pandemi juga dirasakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal itu dikarenakan UMKM menempati posisi yang strategis dalam perekonomian secara umum. Di ASEAN, UMKM menghasilkan lapangan kerja antara 50%-95%, dan berkontribusi antara 30%-50% terhadap GDP.

Di Indonesia sendiri, UMKM merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional yang dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja. Hal ini dikarenakan lebih dari 50% UMKM tidak akan bertahan dalam beberapa bulan ke depan.

Ambruknya UMKM secara luas dapat berdampak kuat pada ekonomi nasional dan prospek pertumbuhan global pada persepsi dan harapan, dan bahkan pada sektor keuangan, mengingat 60-70% lapangan kerja diperankan oleh. Kemunduran situasi keuangan UMKM dapat memiliki efek sistemik pada sektor perbankan secara keseluruhan. 

Upaya dan Strategi Pemulihan Pemasaran UMKM Pasca Covid-19 pada Sektor Kuliner

Salah satu strategi untuk dapat mempercepat pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19 adalah melalui pemanfaatan industri 4.0 yang dapat  dioptimalkan  untuk memberdayakan potensi SDM yang unggul dan berdaya saing, sebagai  modal dasar untuk mendorong pembangunan daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan. Teknologi digital memainkan peran vital dalam melakukan interaksi sosial selama pandemi.

Hal ini merupakan peluang teknologi digital dalam membantu pengembangan pemasaran produk-produk UMKM disektor ekonomi kreatif.

Berwirausaha di sektor ekonomi kreatif telah menjadi primadona tersendiri pada saat ini dimana Pemerintah  menyusun  regulasi melalui  PP No. 72 Tahun 2015 (perubahan atas PP  No. 6  Tahun 2015) tentang Badan Ekonomi Kreatif yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan pada sektor ekonomi kreatif di Indonesia sebagai salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensial.

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Dengan menggabungkan inovasi pada sektor ekonomi kreatif dan teknologi digital diharapkan mampu merangsang pertumbuhan perekonomian UMKM khususnya di Kota Pontianak pasca pandemi Covid-19.

Digitalisasi dalam produksi bagi pelaku UMKM diharapkan akan   dapat meningkatkan produktivitas UMKM            terutama di sektor ekonomi kreatif di Kota Pontianak sehingga potensi pasar yang ada      juga dapat dioptimalkan.

Peningkatan produktivitas UMKM tentunya akan berbanding lurus dengan peningkatan perekonomiannya. Perkembangan teknologi menuntut para pelaku UMKM untuk terus berinovasi. Ada berbagai macam platform yang menawarkan kemudahan untuk memasarkan produk UMKM, diantaranya media sosial (Facebook, WhatsApp, Line, Instagram), market place (Bukalapak, Shopee, Lazada, Tokopedia), dan lain-lain.

Era digitalisasi tidak bisa lepas dari peran masyarakat internet (warganet) terutama di media sosial. Hal ini dikarenakan para warganet inilah yang akan menentukan keberhasilan sebuah produk dan jasa akan menjadi perhatian publik.

Peran-peran yang ada dalam masyarakat digital adalah buzzer (diartikan sebagai akun yang setiap saat bertindak menyebarluaskan, mengkampanyekan, dan mendengungkan pesan atau konten digital kepada warganet lainnya dengan tujuan mempengaruhi maupun menguatkan pesan atau konten tersebut), influencer (merupakan akun media sosial yang memiliki pengaruh sangat kuat terhadap para pengikutnya (follower), dan follower (sendiri diartikan sebagai akun media sosial yang mengikuti perilaku akun influencer dan buzzer).

Jaring Mahasiswa Baru, ITN Malang Buka Prodi Baru S1 Bisnis Digital

Selain itu pula, sinergisitas dapat dikembangkan dengan menggunakan teknik reseller. Teknik ini berupaya mengajak para warganet yang berasal dari generasi Z untuk dapat ikut menjual kembali produk yang dihasilkan oleh UMKM.

Melalui teknik reseller oleh para generasi milenial akan bisa menjadi saluran pemasaran yang sangat baik. Hal itu dikarenakan generasi milenial memiliki simpul-simpul pertemanan yang cukup luas. Dengan sinergitas ini diharapkan pemasaran produk UMKM digital akan semakin meningkat.

Teknik reseller ini juga harus melibatkan market place seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, maupun market place lainnya. Melalui media pemasaran market place diharapkan semakin membuka peluang produk UMKM dikenal luas oleh warganet. 

Metode terakhir yang dapat diterapkan yaitu bekerjasama dengan para warganet terutama generasi Z untuk bisa ikut mempromosikan produk dan jasa UMKM. Metode ini bertujuan menjadikan para warganet milenial untuk bisa memberikan testimoni terhadap produk UMKM melalui media sosialnya masing-masing.

Selanjutnya, testimoni ini disebar di setiap media sosial para warganet masing-masing, sehingga masing-masing media sosial tersebut  menjadi salah satu media promosi bagi UMKM. Sebab tanpa sinergisitas antara UMKM dan warganet akan sulit pelaku usaha UMKM untuk bisa menawarkan produknya dengan cepat di media sosial.

Dewan Ingatkan Penutupan dan Pembatasan Tempat Usaha di Pontianak Berdampak Pada Ekonomi

Oleh sebab, pengetahuan dalam mengenal aktor warganet hingga metode untuk memviralkan wajib diketahui oleh para pelaku UMKM digital agar bisa bersaing. Pengetahuan seperti ini yang perlu didapat oleh para pelaku UMKM melalui pendampingan dan berbagai pelatihan oleh pihak ketiga maupun secara mandiri.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat mengenai dunia digital dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga lain dapat bertindak sebagai fasilitator dalam memberikan wawasan tambahan kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi SDM yang buta akan teknologi.

Dengan meningkatkan SDM di kota Pontianak, secara tidak langsung pihak ketiga telah membantu pelaku UMKM dalam menyelesaikan permasalahan mereka dibidang tenaga ahli. Dengan demikian, bisnis UMKM diharapkan dapat semakin tumbuh pesat sehingga meningkatkan pendapatan bagi pelaku UMKM maupun kota Pontianak. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved