Breaking News:

Satgas Covid-19 Kota Pontianak Berlakukan PPKM Secara Ketat

Handanu menjelaskan, bahwa protokol kesehatan yang dimaksud ialah meliputi menurunkan mobilitas masyarakat, tidak banyk bergerak atau lebih baik melak

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satgas Covid-19 Kota Pontianak memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat selama 14 hari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satgas Covid-19 Kota Pontianak memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat selama 14 hari.

PPKM secara ketat ini diberlakukan dimulai pada Senin 14 Juni 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil lantaran kasus covid-19 di Kota Pontianak terus meningkat.

Sebagaimana, tingkat kematian pasien Corona Virus Disease 2019 di kota pontianak sampai dengan tanggal 7 Juni 2021 sebanyak 1,48 persen. Kemudian untuk tingkat kesembuhan atas konfirmasi tambahan Corona Virus Disease 2019 di Kota Pontianak sampai dengan tanggal 7 Juni 2021 sebanyak 85.67 Persen.
Sedangkan untuk tingkat kasus aktif konfirmasi tambahan baik yang dirawat /isolasi mandiri di Kota Pontianak sampai dengan tanggal 7 Juni 2021 sebanyak 7,27 persen dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy ratio/bor) untuk Intensive Care Unit (ICU) sebanyak 88,89 persen, serta ruang isolasi di Kota Pontianak
sebanyak > 79.42 persen. dan juga tingginya angka atas tes Swab PCR yang dilakukan di Kota Pontianak yakni 1.251 orang.

Khawatir Menjadi Kawasan Kriminalitas, Anggota DPRD kota Pontianak Harap Monitoring PJU

Untuk itu, Handanu menerangkan, bahwa PPKM secara ketat ini diberlakukan berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa
dan Kelurahan untuk pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan juga berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 110 Tahun 2020 tentang Penerapan disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Berita Daerah Tahun 2020 Nomor 110) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Gubernur Nomor 110 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin pada penerapan disiplin dan Penegakan hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, serta Surat Edaran (SE) Nomor 445/19/UMUM/TAHUN 2021 tanggal 10 Juni 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat Kota Pontianak secara ketat.

"PPKM tingkat Kota maupun skala mikro dasarnya adalah instruksi Mendagri, Pergub dan juga Surat Edaran Wali Kota Pontianak untuk menerapkan PPKM ketat di Kota Pontianak, yang pada intinya adalah untuk mengantisipasi atau menurunkan tingkat transfusi Virus Corona. Sehingga perlu pengetatan protokol kesehatan yang sudah berlaku selama ini," ungkap Handanu.

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Handanu menjelaskan, bahwa protokol kesehatan yang dimaksud ialah meliputi menurunkan mobilitas masyarakat, tidak banyk bergerak atau lebih baik melakukan aktivitas di rumah saja.

Kemudian, mengurangi kerumunan ditempat tertentu dan pengetatan pemakaian masker dan lain sebagainya sebagaimana protokol kesehatan secara umum.

"Jadi selama 14 hari ini, satgas Covid-19 Kota Pontianak akan memantau aspek-aspek yang sudah tertuang dalam Surat Edaran walikota dan yang terpenting adalah Pembatasan aktivitas umum, baik restoran, warkop, pasar dan seterusnya itu tutup sampai jam 9 malam atau jam 10 malam," terangnya.

Satgas Covid-19 Kota Pontianak memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat selama 14 hari.
Satgas Covid-19 Kota Pontianak memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat selama 14 hari. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved