Breaking News:

Popularitas Google Goyah di Mesin Pencarian Android, Berpaling ke Yahoo dan Bing?

Google memutuskan tak lagi menjadi search engine default atau mesin pencari bawaan di perangkat Android di Eropa.

Editor: Rizky Zulham
NET/ISTIMEWA
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Popularitas mesin pencari Google Search tampaknya mulai sedikit goyah di platform Android.

Kemungkinan besar Google tak lagi jadi mesin pencari utama lantaran perusahaan itu akan membebaskan pengguna Android untuk memakai platform lain pada mesin pencarian default secara gratis.

Google diketahui bakal membuang sistem lelang yang memaksa penyedia layanan lain untuk menawar hak agar ditampilkan jadi pilihan mesin pencarian secara default.

Menurut laporan Reuters, Kamis 10 Juni 2021, kebijakan ini diambil setelah Google dikenakan denda 5 miliar dollar AS dan tindakan anti monopoli pada 2018 lalu di Eropa.

Pengguna Android di Eropa diberikan kebebasan untuk memilih aplikasi dan layanan inti mana untuk digunakan pada Android.

(Update Berita Terbaru Kami Klik di Sini)

Pengguna Android di benua biru itu bahkan sudah mendapat akses dalam pengaturan ponsel Android setelah melakukan factory reset atau setelan pabrik.

Mereka bisa memilih mesin pencarian default dari beberapa pilihan dari platform kompetitor.

Untuk sementara ada tiga penyedia layanan mesin pencari yang dihadirkan dengan pilihan bersama Google Search telah ditentukan dalam sebuah proses penawaran secara tertutup.

Platform penyedia mesin pencarian pesaing menyebut metode pay-to-play tidak adil.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved