Dorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi sampai ke Daerah, BI Bentuk Tim TP2DD Se-Kalbar

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara virtual dan Gubernur Sutarmidji secara langsung di Pendopo Kalbar.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Sutarmidji hadiri kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2021, semarak Pariwisara, UMKM dan Keuangan Khatulistiwa yang digelar oleh Bank Indonesia di Pendopo Kalbar, Senin 7 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di 14 kabupaten kota dan Provinsi Kalbar

Kegiatan tersebut masuk dalam rangkaian acara kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2021, semarak Pariwisara, UMKM dan Keuangan Khatulistiwa yang digelar oleh Bank Indonesia di Pendopo Kalbar, Senin 7 Juni 2021. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara virtual dan Gubernur Sutarmidji secara langsung di Pendopo Kalbar

Kepala Bank Indonesia Agus Chusaini mengatakan bahwa kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2021, semarak Pariwisara, UMKM dan Keuangan Khatulistiwa adalah kolaborasi BI bersama  Pemda, Pelaku Usaha, Pelaku Industri Keuangan dan pihak terkait.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Dorong UMKM di Kalbar Terus Berkembang Ditengah Pandemi Covid-19

“Melalui kegiatan sebagai upaya kita terus mendorong UMKM dan Pariwisata agar bisa tumbuh lebih cepat ditengah pandemi Covid-19,”jelasnya.

Dikatakannya ditengah pandemi Covid-19 sektor yang paling berdampak adalah pariwisata dan UMKM.

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

“Inilah yang terus didorong untuk bangkit untuk bisa meningkatkan perekonomian,”ucapnya.

Disampaikannya bahwa Gubernur Sutarmidji juga sejalan mendorong dari sisi konsumsi pemerintah, tapi kalau untuk konsumsi swasta bentuknya urgent melihat situasi kalau tidak maka tidak melakukan investasi. 

“Kita berupaya melalui giat ini mendorong UMKM dan pariwisata di Kalbar. Paling tidak sekarang kita siapkan dulu prasarana dan infrastruktur serta SDM nya.  Ketika situasi pulih pariwisata bisa mulai bergerak,” jelasnya.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap prokes agar perekonomian terus bergerak. Namun apabila prokes tidak dijalankan, maka akan berat.

“Jadi disini peran masyarakat  juga diperlukan untuk menjaga penyebaran covid-19 agar bisa dikendalikan,”ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada kesempatan tersebut telah dibentuk  Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di 14 kabupaten kota dan Provinsi Kalbar.

Baca juga: Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Motivasi Pelaku UMKM di Masa Pandemi

“Alhamdulillah hari ini 14 kabupaten kota dan provinsi sudah terbentuk TP2DD. Semoga dengan terbentuknya TP2DD digitalisasi berjalan baik,” harapnya.

Melalui TP2DD bertujuan untuk menciptakan lingkungan digital di daerah. BI melalui Satgas P2DD dan TP2DD akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang dapat berkontribusi terhadap upaya mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, termasuk asosiasi dan pelaku industri.

“Jadi kalau kita ingin pelaku usaha dan masyarakat melek digital. Salah satunya bisa melalui  TP2DD,”ungkapnya.

Ia berharap dengan ada TP2DD dari sisi penerimaaan pemerintah daerah  juga melakukan Digitalisasi. Sehingga masyarakat juga tergerak untuk menggunakan transaksi non tunai atau secara digital.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan COVID-19, PPKM Mikro Tingkat Desa dan RT Dinilai Efektif

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga menjadi standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia juga digencarkan agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Sampai saat ini, Mercant QRIS di Kalbar sudah lebih dari 79 ribu dan hampir mencapai angka 80 ribu. 

“Kalau target  Mercant QRIS Se-Indonesia 12 juta, dan untuk target di Kalbar 118 ribu lebih Mercant Qris di tahun 2021. Maka dari itu kita terus mempromosikan pemasangan QRIS di Kalbar,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved