Satgas Jelaskan Kronologis Warga Mempawah Ngamuk di Pos Penyekatan Mudik Semelagi Besar
Bukan orang Sambas, dia orang Mempawah yang hendak melakukan perjalanan ke Sambas. Kejadian itu sekitar empat sampai lima hari yang lalu
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Fatah Maryunani membenarkan kejadian tentang beredarnya video seorang pria yang belum diketahui identitasnya mengamuk di pos penyekatan mudik yang di buka oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas di Desa Semelagi Besar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas.
Di video yang diterima Tribunpontianak.co.id, tampak pria itu terlibat adu mulut dengan pihak petugas yang sedang berjaga di pos penyekatan di Semelagi Besar.
Dijelaskan oleh dr Fatah, bahwa pria tersebut bukanlah warga Sambas. Hanya saja dia hendak melakukan perjalanan dan akan masuk ke wilayah Kabupaten Sambas.
"Bukan orang Sambas, dia orang Mempawah yang hendak melakukan perjalanan ke Sambas. Kejadian itu sekitar empat sampai lima hari yang lalu," ujarnya, Selasa 18 Mei 2021.
Baca juga: Diskes Sambas Umumkan Tambahan Dua Pasien Positif Covid-19 Baru
Kata dia, kejadian itu bermula pada saat pria itu hendak di data oleh petugas, pria itu kata Kadis Kesehatan tampak tidak mau untuk di data. Dan terlibat adu mulut dengan petugas yang sedang menjalankan piket penyekatan mudik.
"Cuma diminta tunjukkan KTP untuk dicatat lalu dia marah-marah sampai mau betinju dengan Satpol PP," ungkapnya.
Namun demikian, kata dr Fatah kejadian itu bisa ditengahi dan pria yang terlibat adu mulut dengan petugas itu dipersilahkan melanjutkan perjalanan setelah datang seorang wanita yang mencoba memberi pengertian kepada pihak petugas.
"Untung ada perempuan yang datang. Entah itu bininya atau siapa kita kurang tau, dia turun dari mobilnya untuk minta maaf dan bilang orang itu ada gangguan kejiwaan," tutupnya. (*)