BEDA Hamas dan Fatah Palestina! Dimana Fatah saat Hamas Bertaruh Nyawa Hadapi Serangan Israel

Lalu di mana peran Fatah saat Hamas berjibaku menghadapi serangan mematikan dari tentara Israel?......

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak

Hal ini membuktikan mayoritas masyarakat Palestina mendukung perjuangan Hamas.

Kemenangan Hamas dalam pemilu legislatif mengakibatkan terpilihnya Ismail Haniyah sebagai Perdana Menteri Palestina.

Baca juga: Indonesia Kecam Serangan Teror Israel ke Warga Palestina di Masjid al-Aqsa

Namun karena selama ini Hamas cenderung melakukan serangan-serangan kepada Zionis Israel, negara-negara barat telah menempatkan Hamas sebagai organisasi teroris.

Apalagi setelah pernyataan Ismail Haniyah yang menyatakan bahwa tidak akan mengakui keberadaan Israel.

Israel tidak pernah menghentikan serangannya ke wilayah Palestina. Hamas membalas serangan itu dengan melemparkan roket ke wilayah Israel.

Hal ini membuat Israel dan Barat ( termasuk Sekjen PBB) menghentikan aksi senjata bahkan menyebutnya sebagai aksi teroris.

Fatah pun ikut-ikutan menentang Hamas bahkan membunuh tokoh-tokoh Hamas. Perang antara keduanya meletus dan menewaskan ratusan orang.

Puncaknya pada 14 Juni 2007, Presiden Otoritas Palestina membubarkan kabinet dan memecat Ismail haniyah.

Hamas menolak keputusan itu dan tetap menganggap Ismail haniyah sebagai Perdana Menteri.

Hingga kini Gaza dikuasai Hamas dan Tepi barat dikuasai Fatah. Sejak bulan Juni 2007 pula, Israel memblokade Gaza.

83 Orang Tewas

Israel mulai mengerahkan ribuan tentara ke perbatasan Gaza, sementara kelompok sayap bersenjata Palestina, Hamas, mengancam akan terus melanjutkan serangan roket dengan mengatakan menghantam kota seperti Tel Aviv lebih mudah dibandingkan meneguk air minum.

Juru bicara tentara Israel mengatakan 3.000 tentara cadangan telah dipanggil untuk bersiap.

Hamas terus meluncurkan roket ke Israel, dengan sirene bergaung di kota-kota Israel namun sejauh ini tak ada korban lebih lanjut.

Di Gaza, setidaknya 83 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel sejak serangan terjadi pada Senin 10 Mei 2021. Sementara di Israel, tujuh orang meninggal sejauh ini.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved