BEDA Hamas dan Fatah Palestina! Dimana Fatah saat Hamas Bertaruh Nyawa Hadapi Serangan Israel

Lalu di mana peran Fatah saat Hamas berjibaku menghadapi serangan mematikan dari tentara Israel?......

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak

Konflik antara dua pihak fraksi utama Palestina yaitu Fatah dan Hamas.

Mayoritas peperangan adalah terjadi di Jalur Gaza dimana dimulai pertikaian terjadi setelah Hamas memenangkan dalam pemilihan legislatif dan Hamas kemudian menguasai Jalur Gaza.

Ketegangan antara Hamas dan Fatah mulai meningkat pada 2005 setelah kematian pemimpin lama PLO Yasser Arafat yang meninggal pada 11 November 2004 dan kembali intensif setelah Hamas memenangkan pemilihan umum 2006.

Konflik ini disebut Wakseh antara Palestina, yang berarti merusak, dan roboh akibat kerusakan yang diakibatan oleh perbuatan sendiri.

Baca juga: ISRAEL Bombardir Gaza Palestina, 9 Anak-anak Jadi Korban Tewas | IDF Kirim 5 Ribu Tentara ke Gaza

Sejarah pertentangan Hamas dan Fatah

Hamas dan Fattah memiliki ideologi yang berbeda.

Hamas dengan ideologi Islam sedangkan Fatah dengan ideologi nasionalis sekuler.

Perbedaan ini semakin tajam ketika Fatah dan PLO bersedia berunding, bahkan mengakui eksistensi Israel.

Diantara perundingan PLO-Israel yang dimediasi oleh AS, yaitu Perundingan Oslo yang hasilnya adalah berdirinya Otoritas Nasional Palestina (PNA) pada tahun 1944.

Otoritas Palestina ini dipimpin langsung oleh Yasser Arafat.

Sepanjang kepemimpinan Arafat, Otoritas Palestina telah menjadi perpanjangan tangan Israel dalam menekan perjuangan gerilyawan Palestina, termasuk Hamas.

Segala bentuk serangan kepada Israel dikategorikan sebagai aksi terorisme dan Palestina berkewajiban membasmi gerakan tersebut.

Januari 2005, diadakan pemilihan Presiden Otoritas Palestina.

Hamas memboikot pemilu ini, dimana pemilu ini dimenangkan Mahmoud Abbas, pemimpin Fatah pasca Arafat.

Tapi kemudian, Hamas ikut dalam pemilu Legislatif bulan Januari 2006 dan berhasil meraup 42,9% suara.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved