Idul Fitri 2021
Cara Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua Menurut Adab-adab Islami Saat Hari Raya Idul Fitri 2021
Praktik mengunjungi pemakaman yang lazim dikenal ziarah kubur sebenarnya tidak hanya dilakukan di Indonesia saja.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Pola demikian mendorong pengenalan bahwa manusia juga memiliki hubungan kekerabatan yang luas, sehingga muncul identitas baru, seperti suku dan klan.
Saat ini, keingintahuan akan silsilah keluarga dan identitas nenek moyang tengah mengalami tren yang meningkat.
Situs seperti ancestry.com, yang dapat menelusuri riwayat garis keturunan dari mana anda berasal melalui sampel DNA, merupakan salah satu metode yang populer digunakan.
Dengan metode ini, kita dapat mengetahui bahwa kita adalah keturunan jauh dari seorang yang berpengaruh di masa lampau.
Tak hanya itu, kita juga dapat menyadari bahwa ternyata memiliki banyak sekali kerabat jauh yang tidak diduga sebelumnya.
Dengan adanya cara untuk melacak silsilah secara praktis dan luas seperti ini, apakah masih terdapat tempat untuk ritual tradisional seperti mengunjungi pemakaman?
Tentu saja! Kita hidup di tengah jutaan orang di suatu kota besar tempat kita beraktivitas sehari-hari.
Bertemu sepupu atau kerabat jauh yang sebelumnya belum pernah kita jumpai dapat membangun hubungan keterikatan yang belum pernah kita rasakan.
Begitu pula saat kita berada di pemakaman itu sendiri. Bagi beberapa orang, terdapat nuansa spesial dimana ia menyadari bahwa di hadapannya terdapat leluhurnya, yang juga pernah menjalani kehidupan layaknya dirinya sendiri.
Seseorang juga mungkin mulai menyadari bahwa ia adalah representasi dari garis keturunan yang sangat panjang, yang mungkin akan diteruskannya pada generasi mendatang.
Hal ini menimbulkan sensasi melankolis tersendiri, dan dapat menimbulkan katarsis yang kuat pada sebagian orang.
Sempat Dilarang
Sementara dikutip dari islam.nu.or.id, pada masa awal Islam, rasulullah SAW memang melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur.
Hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah umat Islam.
Rasulullah SAW khawatir kalau ziarah kubur diperbolehkan, umat Islam akan menjadi penyembah kuburan.