Komunitas ASPAL Lahir Sebagai Wadah Penggiat Pecinta Alam di Kalbar
ASPAL sendiri selalu identik dengan alam melakukan penjelajahan ke dalam hutan sekaligus melakukan edukasi bersama anggota ASPAL.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
Ditengah pandemi ASPAL juga melakukan jelajah di daerah sendiri misalnya ke hutan dan melakukan camping untuk melepas kerinduan akan kecintaan terhadap penjelajahan.
Ia mengatakan bagi yang ingin jelajah alam atau ke hutan jangan lupa membawa perakatan seperti Korek Atau Pemantik Api, Perlengkapan P3K, Selimut Darurat Atau Alumunium Foil Blanket, Peluit Atau Senter Laser, Kompas Dan Peta, Pisau Lipat Multi Fungsi, Tali Kermantel, Paracord, Webbing, atau Prusik, Flysheet atau Jas Ponco.
“Kesehatan juga harus dipastikan sehat sebelum berangkat,”ingatnya.
ASPAL sendiri selalu identik dengan alam melakukan penjelajahan ke dalam hutan sekaligus melakukan edukasi bersama anggota ASPAL.
“Jika ingin melakukan camping selalu menyiapkan obat pribadi, dan pastinya membawa perlengkapan camping dan konsumsi yang secukupnya. Jangan lupa membawa kembali sampahnya yang berada di sekitar tempat camping,”pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/509-komunitas-asosiasi-penjelajah-khatulistiwa-aspal.jpg)