Komunitas ASPAL Lahir Sebagai Wadah Penggiat Pecinta Alam di Kalbar
ASPAL sendiri selalu identik dengan alam melakukan penjelajahan ke dalam hutan sekaligus melakukan edukasi bersama anggota ASPAL.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas Asosiasi Penjelajah khatulistiwa disingkat ASPAL sudah terbentuk sejak tanggal 9 september 2018.
Saat ini ASPAL sudah mempunyai anggota berjumlah 26 orang yang tersebar dari berbagai daerah di Kalbar.
Ketua ASPAL,Vicky riwanto menjelaskan saat ini Program kerja ASPAL sendiri yaitu melakukan kegiatan yang cenderung membaur dengan alam dan mengadakan kegiatan kegiatan sosial lainnya.
Sebelumnya ASPAL juga telah melaksanakan program kerja yaitu kegiatan donor darah expedisi 6 yang berlangsung di Riam Kabupaten Bengkayang.
Baca juga: Komunitas Scooter Landak Gelar Bansos Didampinggi Polisi
“Kegiatan tersebut sekaligus anggota ASPAL melakukan trip ke salah satu Riam di Bengkayang,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Sabtu 8 Mei 2021.
Ia menjelaskan rencana tahun ini ASPAL akan melakukan beberapa trip ke beberapa bukit yang berada di Kalbar dan sekaligus melakukan kegiatan kegiatan sosial lainnya di daerah di Kalbar.
“Tujuan komunitas ini dibentuk adalah sebagai wadah bagi penggiat pecinta alam untuk mengembangkan hobinya,”ujarnya.
Program ASPAL lainnya adalah sebagai edukasi bagi penggiat pencinta alam agar bisa menyalurkan hobinya dengan baik dengan tidak merusak alam, dan ingin menjadi suatu komunitas yang bisa menjadi acuan bagi komunitas pecinta alam lainnya.
“Kita punya misi menjadikan ASPAL sebagai wadah serta memberikan informasi mengenai penjelejah,wisata dan budaya meningkatkan kualitas setiap anggota,”ujarnya.
Sedangkan Misi yang dijalankan ASPAL adalah untuk mewujudkan kesadaran setiap anggota atau isu lingkungan.
“ASPAL juga Menyelanggarakan Kegiatan dalam alam bebas, ikut serta dalam pelestarian alam dan lingkungan hidup. Kita juga memberikan informasi tentang penjelajahan,”ungkapnya.
Selain itu yang terpenting adalah dapat Meningkatkan mental maupun jasmani, Menjalin kerjasama antar komunitas lainnya.
“Saya berharap untuk komintas ASPAL sendiri bisa lebih banyak memperkenalkan wisata dan budaya di Kalbar,”ujarnya.
Ia mengimbau ditengah pandemi ini jika ingin kesuatu tempat dan ingin berlibur pastikan diri sehat dan dalam keadaan baik baik saja.
“Kesehatan perlu di cek supaya nantinya kita tidak menyebarkan hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ditengah pandemi ASPAL juga melakukan jelajah di daerah sendiri misalnya ke hutan dan melakukan camping untuk melepas kerinduan akan kecintaan terhadap penjelajahan.
Ia mengatakan bagi yang ingin jelajah alam atau ke hutan jangan lupa membawa perakatan seperti Korek Atau Pemantik Api, Perlengkapan P3K, Selimut Darurat Atau Alumunium Foil Blanket, Peluit Atau Senter Laser, Kompas Dan Peta, Pisau Lipat Multi Fungsi, Tali Kermantel, Paracord, Webbing, atau Prusik, Flysheet atau Jas Ponco.
“Kesehatan juga harus dipastikan sehat sebelum berangkat,”ingatnya.
ASPAL sendiri selalu identik dengan alam melakukan penjelajahan ke dalam hutan sekaligus melakukan edukasi bersama anggota ASPAL.
“Jika ingin melakukan camping selalu menyiapkan obat pribadi, dan pastinya membawa perlengkapan camping dan konsumsi yang secukupnya. Jangan lupa membawa kembali sampahnya yang berada di sekitar tempat camping,”pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/509-komunitas-asosiasi-penjelajah-khatulistiwa-aspal.jpg)