Breaking News:

Hari Raya Idul Fitri, Dihapuskannya Dosa dan Kembali Suci Seperti Bayi Baru Lahir

Pembina Akademi Dakwah Indonesia Kota Pontianak ini pun menerangkan jika seorang umat tersebut akan bersih tanpa dosa seperti bayi yang baru lahir dar

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Dewan Dakwah Kota Pontianak, Ustaz Ubaidullah Murjani Yatim 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Dewan Dakwah Kota Pontianak, Ustaz Ubaidullah Murjani Yatim mengungkapkan jika di hari raya idul fitri maka semua umat muslim menjalankan puasa penuh dan beribadah kepada Allah SWT akan mendapatkan ampunan atas semua dosa-dosanya.

Pembina Akademi Dakwah Indonesia Kota Pontianak ini pun menerangkan jika seorang umat tersebut akan bersih tanpa dosa seperti bayi yang baru lahir dari ibunya.

Tentang pengampunan orang satu bulan penuh berpuasa, kemudian diakhir dari puasa keluar dari rumah untuk menunaikan salat idul fitri maka dia diampunkan semua dosanya, sesuai hadits Nabi Muhammad SAW dari ibnu mas'ud radhiyallahu anhu yang artinya bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Apabila mereka berpuasa dibulan ramadan dan keluar untuk salat ied hari raya, maka Allah SWT berfirman, hai para malaikat tiap-tiap orang yang beramal akan mendapatkan upahnya, dan para hambaku yang berpuasa pada bulan ramadan dan keluar menunaikan salat ied mengharapkan pahalanya. Oleh sebab itu saksikanlah bahwa sebenarnya aku telah mengampuni mereka

Baca juga: Maknai Idul Fitri, Pabali Musa Ajak Dirayakan Secara Sederhana

"Sebagaimana seorang pekerja, setelah ia selesai bekerja maka dia mendapatkan upahnya, begitu juga kita umat nabi Muhammad yang telah menunaikan sebulan beribadah di bulan suci ramadan, ketika memasuki 1 syawal salat ied bahkan malamnya sudah dibagikan hadiah yakni diampunkan semua dosanya yang lalu, sekarang dan akan datang. Ketika diampun semua dosanya, ia kembali suci sebagaimana anak yang baru dilahirkan, kembali pada kesucian tinggal bagaimana dia menjaga kesucian," ujarnya.

Namun, kata Ustaz Ubaidullah yang penting setelah itu pula ialah menjaga kesucian dan ketakwaan yang sudah terbangun saat ramadan.

Hal ini mengingat pada bulan ramadan umat ditraining, ditempat, menjadi orang beriman, senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT dalam setiap keadaan.

Maka dari itu, ujarnya, hendaklah diwujudkan sifat ketakwaan saat ramadan di 11 bulan berikutnya.

"Menjaga kesucian pertama mesti senantiasa wujud sifat atau karakter yang ditanamkan saat ramadan pada dirinya. Sebulan ramadan pelatihan, jadi bulan ramadan kita diuji, uji kejujuran 
Kemudian sabar, belum waktunya buka puasa ya belum, walaupun halal hasil keringat kita, kita harus sabar," ujarnya.

"Ending atau goal dari ramadan adalah kita jadi hamba allah yang bertakwa. Takut kepada Allah SWT, takut ibadah tidak diterima Allah SWT, takut amal salehnya tidak membawa perubahan positif pada dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan orang lain. Orang beriman senantiasa berharap amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, serta menjadi wasilah untuk kebaikan orang lain," tutup Ustaz Ubaidullah. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved