Breaking News:

Maknai Idul Fitri, Pabali Musa Ajak Dirayakan Secara Sederhana

Serupa juga diutarakan oleh Ketua Pengurus Wilayah Muhamadiyah Kalbar, Pabali Musa. Ia mengajak agar perayaan idul fitri ditahun kedua pandemi covid 1

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Pengurus Wilayah Muhamadiyah Kalbar, Pabali Musa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari raya idul fitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan lamanya menjalani puasa.

Satu diantara tradisi di saat idul fitri ialah saling bermaaf-maafan dan saling mengunjungi antar kerabat dan masyarakat sekitar lingkungan.

Namun ditengah masa pandemi covid 19, Pemerintah pun mengeluarkan imbauan agar perayaan idul fitri tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan tidak sesemarak seperti tahun sebelum pandemi.

Serupa juga diutarakan oleh Ketua Pengurus Wilayah Muhamadiyah Kalbar, Pabali Musa. Ia mengajak agar perayaan idul fitri ditahun kedua pandemi covid 19 ini dilaksanakan secara sederhana saja.

Baca juga: AMCF Kerjasama PW Muhammadiyah Kalbar Jalankan Ekspedisi, Pabali: Jangkau Umat Hingga Pulau Terluar

Dijelaskan Pabali Musa, hari raya sesungguhnya menggaungkan dan mensyukuri suasana kembali ke kesejatian diri, yaitu suci dan harmonis.

Diri yang suci adalah yang selalu memegangi tiga unsurnya yaitu benar, baik, dan indah.  Jadi berlebaran adalah menyemarakkan kebenaran, kebaikan, dan keindahan.

Diri yang harmonis adalah pribadi yang selalu mengedepankan kebersamaan dengan diri, keluarga, dan masyarakat. 

"Dalam konteks masih dalam suasana musibah pandemi ini sangat relevan jika kita berlebaran secara sederhana dan proporsional demi menjaga kebersamaan dan berbagi rasa prihatin terhadap saudara-saudara kita yang terdampak pandemi covid 19 ini," ujarnya, Jumat 7 Mei 2021.

Lebih lanjut, Mantan Wabup Sambas ini mengungkapkan jika secara kelembagaan Muhamadiyah selama puasa dan sampai lebaran Muhammadiyah mengajak untuk terus beribadah dan meraup pahala sebanyak-banyaknya.

Diantaranya ialah Tazkiyatun-Nafsi atau penyucian diri, dengan banyak ibadah, zikir, istighfar, shalawat, baca quran dan lainnya.

Kemudian Tazkiyatul-Maal atau penyucian harta dengan banyak bersedekah, infaq, zakat dan lainnya serta mengawal penyalurannya agar tepat sasaran.

Selain itu pula, kata Pabali Musa, Muhamadiyah juga terus mengajak untuk beramal kemanusiaan seperti berbuat yang terbaik  atau ihsan, tolong menolong atau ta'awun dan sejenisnya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved