Breaking News:

BEDA NASIB Ibu Dewan dengan Bu Guru saat Larangan Mudik, Bu Guru Harus Balik Arah Naik Becak

Wakil rakyat di Nganjuk Jawa Timur lolos dari penyekatan dan bisa pulang, meski tanpa membawa dokumen tes covid-19.

Surya Malang
Petugas Satpol PP meminta bukti surat bebas Covid-19 kepada seorang pengendara yang mengaku sebagai anggota DPRD Nganjuk saat melintas di pintu Exit Tol Ngawi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejak larangan mudik diterapkan, beragam kisah datang dari berbagai daerah Tanah Air.

Ada yang lolos dan ada juga yang putar balik akibat tidak memenuhi syarat.

Pemerintah memberlakukan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ini kisah warga yang terkena penyekatan dengan alasan tugas.

Selama larangan mudik berlaku, bandara tetap beroperasi, namun hanya melayani penumpang dengan kebutuhan mendesak.

Satu di antara syarat penumpang yang boleh melakukan perjalanan selama periode larangan mudik adalah pegawai BUMN, swasta, PNS, TNI, dan Polri, yang memiliki kepentingan pekerjaan.

Terkait dua pengecualian ini, ada dua kisah di tempat berbeda.

Sama-sama beralasan bekerja, namun perbedaan nasib terlihat.

Wakil rakyat di Nganjuk Jawa Timur lolos dari penyekatan dan bisa pulang, meski tanpa membawa dokumen tes covid-19.

Nasib berbeda dialami guru di Deli Serdang Sumatera Utara. Ia harus putar balik dan memilih naik bentor.

Berikut kisahnya:

Petugas Satpol PP meminta bukti surat bebas Covid-19 kepada seorang pengendara yang mengaku sebagai anggota DPRD Nganjuk saat melintas di pintu Exit Tol Ngawi.
Petugas Satpol PP meminta bukti surat bebas Covid-19 kepada seorang pengendara yang mengaku sebagai anggota DPRD Nganjuk saat melintas di pintu Exit Tol Ngawi. (Surya Malang)
Halaman
1234
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved