Breaking News:

Ramadan 2021

Rasiam: Bangkitkan Ekonomi Dengan Ziswafprenuer

Zakat, infak, wakaf dan sedekah (ZISWAF) merupakan instrumen fiskal yang dapat membantu Anggaran, Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui jalur a

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rasiam, S.Ei., MA Dosen/Pengajar Ekonomi Syariah pada fakultas Syariah IAIN Pontianak dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Koperasi Mitra Masyarakat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ramadan 1442 Hijriah merupakan momentum strategis bagi umat Islam untuk meningkatkan keshalehan individu dan sosial. Faktor penggeraknya banyak tersaji baik di literatur maupun tersampaikan secara verbal melalui khutbah jumat dan kultum.

Ayat motivatisinya tercantum pada QS:2 (261) menjelaskan tentang perumpamaan nafkah yang dikeluarkan di jalann Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, tiap-tiap bulir seratus biji.

QS:2 (265) menjelaskan tentang perumpamaan orang-orang yang membelajakan hartanya karena mencari ridha Allah ibarat kebut di dataran tinggi yang senantiasa disirami hujan. Menghasilkan buah dua kali lipat.

QS:2 (274) menjelaskan tentang orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah di siang dan malam hari, baik secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan akan mendapat upah langsung dari Allah SWT. Belum lagi hadits Rasulullah Saw tentang manfaat sedekah dapat menutut 70 pintu keburukan. Terlebih sedekah di bulan ramadhan, Rasulullah bersabda bahwa sedekah di bulan ramadhan paling utama (HR At-Tirmidzi).

Zakat, infak, wakaf dan sedekah (ZISWAF) merupakan instrumen fiskal yang dapat membantu Anggaran, Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui jalur agama. Semua kebutuhan hidup rakyat Indonesia tidak mampu diakomodir oleh APBN, seperti kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial, korban bencana, keterpencilan penduduk, dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

ZISWAF hadir untuk memperingan beban pemerintah melalui jalur agama. Agama dan negara mempunyai relasi eksistensi dan fungsi yang tidak bisa diputus. Agama membutuhkan negara dalam hal regulasi untuk mengatur keberlangsungan dan ketertiban pelaksanaan keagamaan, sedangkan negara membutuhkan agama dalam hal memperbaiki moral berbangsa dan bernegara.

Sebagai contoh, kontribusi negara terhadap agama, merubah living law menjadi postif law bisa dilihat dan dibaca pada UU nomor 4 tahun 2004 tentang Wakaf, UU Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama, UU nomor 19 tahun 2008 tetang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), UU nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dan UU nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, UU Perkawinan, UU Kewarisan, UU Pengelolaan Haji, UU Produk Jaminan Halal dan UU Pondok Pesantren.

Baca juga: Niat Zakat Fitrah Sendiri, Orang Lain, Keluarga dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah

Undang-undang ini lahir karena merupakan hak muslim mayoritas guna pengaturan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) lahir sebagai sebuah anjuran dan kewajiban beragama. ZISWAF menjadi sebuah gerakan sosial yang akan tetap langgeng sampai akhir jaman karena sudah menjadi sebuah kewajiban bagi umat Islam.

Untuk itu, perlu kita diskusikan bagaiaman ZISWAF bisa berkembang dengan baik dan produktif sesuai dengan cita-cita agama. Penulis menawarkan satu pendekatan bernama ‘ZISWAFPreneur’ yaitu gerakan pengelolaan zakat, infak, wakaf dan sedekah dengan pendekatan kewirausahaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved