Breaking News:

PT Wirata Sebut Tumpahan CPO Jadi Tanggungjawab Ekspedisi

Pada kesempatan itu Staf Legal PT Wirata, Uray Abdillah mengungkapkan jika mereka dalam melaksanakan pengangkutan CPO menggunakan pihak lain, dalam ha

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Pelaksanaan rapat dengar pendapat (RDP) atau Hearing dengan agenda untuk pembahasan dugaan pencemaran lingkungan dan daerah aliran Sungai Sejangkung, oleh perusahaan sawit. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Sambas menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau Hearing dengan agenda untuk pembahasan dugaan pencemaran Sungai Sejangkung, oleh dua perusahaan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sambas.

Pada kesempatan itu Staf Legal PT Wirata, Uray Abdillah mengungkapkan jika mereka dalam melaksanakan pengangkutan CPO menggunakan pihak lain, dalam hal ini adalah pihak ekspedisi.

"Perlu di ketahui juga, bahwa PT Wirata itu bergerak di bidang agronomi yang punya hasil akhirnya adalah CPO. Dimana kami bergerak di Sambas dan Bengkayang," ujarnya, Senin 3 Mei 2021.

"Dan CPO itu dimuat dengan perusahaan ekspedisi, dan terkait koordinasi bahwa ini memang produk Wirata yang dibawa sama ekspedisi PT Royal Palma. Bukan Wirata yang membawa, begitu selsai on loading, kan ada serah terima barang dan sudah jadi tanggung jawab ekspedisi," jelasnya.

Baca juga: Komisi 2 DPRD Kabupaten Sambas Pinta Dilakukan Peninjauan Ulang Izin Perusahaan dan AMDAL Sawit

Terkait dengan tumpahan minyak itu kata dia, mereka juga sudah melakukan pengutipan atau pemungutan tumpahan CPO. Dan mereka lakukan beberapa hari lamanya.

"Jadi kita tetap koordinasi dengan Sambas dan Bengkayang. Langkah-langkah yang sudah kita ambil sudah kita laporkan sebagai tanggungjawab moral kita, dan kita lakukan pengutipan dan mengerahkan tenaga. Sedangkan untuk tanggungjawab fisiknya ya di ekspedisi," bebernya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan jika mereka juga sudah melakukan pengutipan selama beberapa hari dari tumpahan CPO itu terjadi.

"Untuk pengutipan sudah kita lakukan sejak tanggal 18 sampai 22 April, dan di 23 April masih kita susuri sungai dan tidak ditemukan tumpahan CPO yang menggumpal banyak lagi," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved