Breaking News:

Komisi 2 DPRD Kabupaten Sambas Pinta Dilakukan Peninjauan Ulang Izin Perusahaan dan AMDAL Sawit

Kita inginkan semua izin perusahaan dan izin amdal untuk ditinjau kembali, tidak hanya dua perusahaan ini namun berlaku untuk semuanya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wawan
Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Sambas, Ahmad Hapsak Setiawan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau Hearing dengan agenda untuk pembahasan dugaan pencemaran Sungai Sejangkung, oleh dua perusahaan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sambas.

Dimana dampak dari pencemaran tersebut, sudah menyebabkan daerah aliran sungai Sambas Besar tercemar tumpahan minyak sawit dan limbah perusahaan kelapa sawit.

Kepada awak media, Ketua Komisi 2 DPRD Sambas, Ahmad Hafsak Setiawan mengatakan pada Hearing kali ini mereka di DPRD mencoba untuk mediasi antara pihak perusahaan dan masyarakat sekitar perusahaan.

"Terpenting dalam Hearing ini, pihak perusahaan khususnya PT Wirata sanggup untuk memberikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang terdampak tumpahan CPO Sawit," ujarnya, Senin 3 Mei 2021.

Baca juga: DPRD Gelar Hearing, Agendakan Pembahasan Dugaan Pencemaran Sungai

"Karena semuanya sudah dibicarakan antara Pemda, Perusahaan dan masyarakat sekitar terkait, kesepakatan seperti apa nanti yang di sepakati antara pemda dan masyarakat," katanya.

Agar pencemaran lingkungan ini tidak terus menerus terulang, Hapsak selaku Ketua komisi 2 DPRD Kabupaten Sambas menginginkan agar semua tata kelola limbah kepala sawit di Kabupaten Sambas dilakukan peninjauan ulang.

"Kita inginkan semua izin perusahaan dan izin amdal untuk ditinjau kembali, tidak hanya dua perusahaan ini namun berlaku untuk semuanya perusahaan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sambas," tegasnya.

Dengan demikian kata Hapsak, kedepan jika ada perusahaan yang menyalahi aturan dan tidak peduli dengan lingkungan atau bahkan mencemarkan lingkungan, maka bisa segera di tindaklanjuti.

"Maka untuk kedepannya kejadian seperti ini kita harapkan tidak kembali terulang. Karenanya kita harus meninjau semua tata kelola limbah perusahaan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sambas," (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved