Pertama di Dunia, Mumi Ditemukan dalam Kondisi 'Berbadan Dua'

Kemudian, dari hasil pindaian pada perut mumi itu, terlihat gambar yang seperti tulang kaki kecil.

Editor: Nasaruddin
WARSAW MUMMY PROJECT
Mumi Mesir kuno dan sarkofagusnya ini telah disumbangkan ke Polandia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Para arkeolog untuk pertama kalinya menemukan mumi mesir dalam kondisi berbadan dua atau hamil.

Mumi yang diidentifikasi hamil itu semua dikira mumi seorang pendeta Mesir kuno bernama Hor-Djehuty.

Kemudian, dari hasil pindaian pada perut mumi itu, terlihat gambar yang seperti tulang kaki kecil.

Pemindaian lengkap kemudian memastikannya.

Baca juga: DITEMUKAN Mumi Berlidah Emas Berusia 2.000 Tahun, Para Ahli Bongkar Fakta Mengejutkan

Kaki itu ternyata bagian dari janin kecil yang terawetkan di dalam rahim ibunya yang telah meninggal dan kini jadi mumi.

Temuan unik ini bukan hanya menjadi penemuan pertama atas mumi wanita hamil yang sengaja dibuat jadi mumi.

Temuan ini juga menghadirkan misteri yang menarik.

Siapa wanita itu? Dan mengapa dia dimumikan dengan janinnya?

Baca juga: Berapa KG Beras untuk Membayar Zakat Fitrah 1 Orang & Doa Niat Zakat Fitrah untuk Suami dan Istri

Begitu anehnya penemuan itu, para ilmuwan menamai mumi itu sebagai Wanita Misterius dari National Museum di Warsawa.

"Untuk alasan yang tidak diketahui, janin belum dikeluarkan dari perut selama mumifikasi," kata arkeolog Wojciech Ejsmond dari Polish Academy of Sciences kepada Science.

"Karena alasan ini, mumi itu sangat unik. Mumi kami adalah satu-satunya yang sejauh ini diidentifikasi di dunia dengan janin di dalam rahim."

Mumi wanita ini dan sarkofagusnya telah disumbangkan ke University of Warsawa pada tahun 1826 dan disimpan di National Museum di Warsawa, Polandia sejak 1917.

Baca juga: HIGHLIGHT MotoGp Jelang Siaran Langsung MotoGp Hari Ini di Jadwal Race MotoGp Jerez 2021 Trans7 Live

Artefak tersebut sebenarnya memiliki sejarah yang menarik.

Mumi itu awalnya dianggap perempuan, kemungkinan karena sarkofagus yang rumit.

Tidak sampai sekitar 1920 ketika nama di peti mati dan kartonnage diterjemahkan, persepsi itu berubah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved