Breaking News:

Momentum Hari Buruh, Steper Vijaye Harap Seluruh Buruh Mendapatkan Upah Layak

Peringatan hari buruh yang jatuh tepat pada 1 Mei ini tentunya menyimpan banyak pesan mengapa bisa ditetapkan sebagai tanggal merah.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Nama : Steper Vijaye Instagram : @steper_vijay002 Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kampus : IKIP PGRI Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peringatakan Hari Buruh Internasional atau sering disebut May Day jatuh pada 1 Mei yang menjadi tanggal meraj pertama di bulan Mei 2021.

Pada Peringatan Hari Buruh, Steper Vijaye mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak mengatakan apabila berbicara mengenai pekerja. Maka  erat kaitannya dengan kata buruh.

Dikatakannya Peringatan hari buruh yang jatuh tepat pada 1 Mei ini tentunya menyimpan banyak pesan mengapa bisa ditetapkan sebagai tanggal merah.

“Biasanya pada peringatakan Hari Buruh ini dijadikan sebagai aksi yang dianggap perlu dan penting dilakukan sebagai bagian dari demokrasi untuk menaikkan kesejahteraan kaum buruh,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Sabtu 1 Mei 2021.

Baca juga: Aliansi Buruh dan Serikat Pekerja di Kalbar Sampaikan 10 Resolusi pada Peringatan Hari Buruh

Dalam memaknai hari buruh, ia berharap apabila ada aksi yang di lakukan oleh setiap kalangan yang ingin menyuarakan hak kesejahteraan buruh tidak ada lagi kekhawatiran pada pemerintah terkait ada gerakan massa para buruh yang dimobilisasi akan membuahkan kerusuhan, dan nyatanya sampai hari ini belum ada. 

“Nyatanya yang kita lihat malahan yang terjadi adalah tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, pemuda, mahasiswa dan kalangan yang melakukan aksi,”ujarnya.

Hal itu dikatakannya karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan hari buruh adalah subversif dan didalangi gerakan komunis. 

“Saya meminta kepada pemerintah agar memberikan aspirasi kesejahteraan kepada buruh seperti kenaikan upah, subsidi dari pemerintah atas beberapa kebutuhan dasar, dan status pekerja tetap apalagi di tengah pandemi covid-19 ini,”tegasnya.

Selain itu dapat memberikan fasilitas dan juga kepastian jam kerja yang mereka dapatkan, meyakinkan keamanan dan keselamatan buruh atau karyawan dalam bekerja, serta memberikan sebuah penghargaan atas kerja keras buruh secara nyata. 

Apabila beberapa hal tersebut bisa didapatkan oleh buruh atau karyawan maka pemetaan permasalahan mendasar terkait kesejahteraan serta keseimbangan antara pengusaha dan pekerja bisa tercapai dengan baik. 

Satu tahun terakhir ini merupakan salah satu masa yang berat bagi para pekerja terkhusus bagi buruh karyawan di lapangan dengan adanya pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19.

Jal itu juga menyebabkan banyak bisnis yang tutup dan sebagian pekerja-pekerja kehilangan sumber mata pencaharian utamanya seperti yang terjadi di Kalbar.

Setiap tahun biasanya hari buruh selalu dirayakan dengan serangkaian kegiatan aksi oleh berbagai pihak.

“Kali ini saya berharap apabila kegiatan itu tetap dilakukan harus tetap mentaati protokol kesehatan,”harapnya

Ia juga berharap Pemerintah sejatinya sebagai alat penyelamat nasib kaum buruh tidak hanya daerah namun sampai ke pusat haruslah saling bahu -membahu melihat kondisi buruh di negara ini dengan utuh dan merata. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved