Breaking News:

Ramadan 2021

Nuzulul Quran, Upaya Memperoleh Huda Wal Furqon Secara Sempurna

Hal tersebut sebagaimana yang pernah disebutkan oleh Imam Al-Qurtubi dalam Kitab Tafsir Al-Qurthubi Juz 2 halaman 297. Dari pengertian diatas, kita bi

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil 1 Ikatan Alumni Santri Sidogiri Kalbar, Sufyan Tdauri. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara momentum penting yang terjadi pada bulan Ramadan adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an atau yang dikenal dengan istilah Nuzulul Qur’an.

Wakil 1 Ikatan Alumni Santri Sidogiri Kalbar, Sufyan Tdauri menjelaskan, secara bahasa istilah ini merupakan susunan kalimat terdiri dari 2 kata, yaitu Nuzul yang berarti turun dan Al-Qur’an.

Istilah Nuzul Qur’an yang sering diperingati setiap malam 17 Ramadan mempunyai pengertian momentum diturunkannya Al-Qur’an untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad SAW di gua hira melalui Malaikat Jibril AS dengan membawa QS Al-Alaq ayat 1-5

"Tentu pengertian diatas berbeda dengan term Lailatul Qadar yang merupakan istilah yang digunakan untuk memperingati malam diturunkannya Al-Qur’an secara keseluruhan oleh Allah SWT dari Lauh Mahfud ke Baitul Izzah yang ada dilangit dunia yang kemudian dibawa secara berkala kepada Nabi Muhammad SAW dalam kurun waktu 20 tahun," ujarnya, Sabtu 1 Mei 2021.

Hal tersebut sebagaimana yang pernah disebutkan oleh Imam Al-Qurtubi dalam Kitab Tafsir Al-Qurthubi Juz 2 halaman 297. Dari pengertian diatas, kita bisa simpulkan bahwa ada 3 marhalah dalam penurunan Al-Qur’an. Yaitu turunnya Al-Qur’an ke Lauh Mahfudz, turunnya Al-Qur’an ke Baitul Izzah dan turunnya Al-Qur’an secara berkala kepada Nabi Muhammad SAW.

Pengertian yang berbeda tersebut kemudian dalam kultur masyarakat Muslim di Indonesia juga memiliki reaksi yang berbeda pula.

Baca juga: Peringati Nuzulul Quran, Imam Besar Masjidil Aqsha Palestina Ajak Umat Islam Pedomani Al Quran

Pada Nuzulul Qur’an diperangati secara terbuka oleh masyarakat dalam rangkaian seremonial tertentu, seperti mengadakan pengajian, tabligh akbar, khatmul Qur’an dan lain sebagainya.

Sebaliknya, untuk Lailatul Qadar kita lebih mengedepan nilai-nilai personality dalam melaksanakan ibadah-ibadah di malam tersebut.

"Akan tetapi saya tidak ingin mengedepankan perbedaan persepsi diatas dalam pembahasan ini, sebab pada dasarnya 2 momentum bersejarah ini sama-sama penting untuk diperingati dengan penuh khusu’ dan khidmat," terangnya.

Lalu bagaimana cara kita memperingati nya?

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved