Breaking News:

Entaskan Kawasan Kumuh Kota, Pemkot Pontianak Gelontorkan Program Bedah Toilet

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa program bedah rumah tak layak huni dan bedah fasilitas toilet merupakan bagian dari program

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelontorkan bedah toilet. Program ini merupakan salah satu program untuk mengentaskan kawasan kumuh di Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa program bedah rumah tak layak huni dan bedah fasilitas toilet merupakan bagian dari program pengentasan kawasan kumuh.

"Program bedah toilet ini diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang dilaksanakan secara bertahap dimulai tahun ini (2021). Walaupun tidak bisa dituntaskan dalam setahun ini, tetapi secara bertahap dan berkelanjutan karena membutuhkan anggaran cukup besar," kata Edi Rusdi Kamtono.

Baca juga: 10.738 Siswa SD Kota Pontianak Terpaksa Ujian di Rumah, Syahdan: Ujian Sekolah Secara Online

Lebih lanjut, Edi menjelaskan, bahwa program perbaikan toilet tersebut bertujuan untuk menyediakan sarana sanitasi yang layak bagi masyarakat kurang mampu di Kota Pontianak.

Karena kuota bantuan ini terbatas dengan Anggaran 750 juta berusmber dari APBD Kota Pontianak, saat ini, dikatakan Edi, bahwa pihaknya sedang mendata rumah atau toilet warga yang memang tidak layak pakai.

Dari hasil pendataan juga akan dilakukan survei kelapangan untuk mengetahui kondisi fisik rumah atau toilet yang akan mendapatkan bantuan.

"Dengan adanya toilet yang sesuai dengan standar, maka kesehatan masyarakat terjaga dan lebih produktif. Toilet yang representatif akan berdampak pada kesehatan masyarakat sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga," jelasnya.

Dengan adanya program tersebut, meskipun kondisi pandemi covid-19 masih terjadi. Namun Edi berharap tidak menyurutkan semangat warga untuk bersama-sama Pemkot Pontianak membangun Kota Pontianak

Selain program Bedah Toilet, namun lanjut Edi, juga ada program dari Permodalan Nasional Madani yang memberikan peluang bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk mendapatkan modal kerja. 

Sedikitnya, di Kota Pontianak sudah ada 15 ribu warga yang mendapatkan bantuan modal tanpa agunan dengan nilai pinjaman berkisar antara Rp2 juta hingga Rp9 juta.

"Bantuan modal ini bisa dimanfaatkan untuk berdagang atau berusaha, termasuk bantuan lainnya agar masyarakat terus melakukan kegiatan yang produktif," kata Edi.

Edi menuturkan, Kota Pontianak tidak memiliki hasil alam untuk dikelola seperti hasil tambang dan lainnya. Pontianak dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Keterbatasan itu dimanfaatkan dengan membentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas. 

Dengan kualitas SDM yang mumpuni, dirinya yakin masyarakat Kota Pontianak tidak akan bertumpu mencari pekerjaan di kota ini. 

"Dengan skill yang berkualitas, SDM Kota Pontianak bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan, tidak hanya di luar Pontianak atau Kalbar, bahkan mungkin di luar negeri," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved