Kebakaran di Sepauk
Kebakaran di Sepauk, Rumah Guru SDN 31 Sungai Segak Ludes Terbakar
"Karena api sudah merembet ke rumah, korban hanya mengamankan surat yang hanya sebatas bisa diambil," ujar Hariyanto.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Meski tak ada korban jiwa, kerugian material tak terhindarkan akibat kebakaran yang melanda 7 unit rumah dan toko di Desa Sungai Segak, Kecamatan Sepauk, Minggu 25 April 2021, kemarin.
Total 7 warga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus tempat usahanya. Karena, selain rumah, mereka juga membuka toko.
Zulkarnaen, misalnya. Guru SDN 31 Sungai Segak, ini turut menjadi korban kebakaran yang disebabkan korsleting listrik. Rumahnya, ludes terbakar.
Pada saat terjadi kebakaran, Zulkarnaen berada di depan rumah, tepatnya di warung sembako miliknya dibagian teras.
Baca juga: Kebakaran di Sepauk, Bupati Jarot Prihatin, Buat Tagar Pray For Sungai Segak
"Saksi melihat asap hitam disertai api membakar rumah Picin. Kepulan asap dan api lalu langsung membesar dan merembet membakar rumah yang berada di kanan dan kirinya," kata Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernad Musak, melalui Kasubag Humas Iptu Hariyanto, Selasa 27 April 2021.
Zul dan keluarga bergegas mengeluarkan barang barang dagangan sembako dari dalam toko dibantu warga sekitar. Dia juga berupaya mengambil surat surat di dalam rumah yang posisi di belakang warung sembako.
"Karena api sudah merembet ke rumah, korban hanya mengamankan surat yang hanya sebatas bisa diambil," ujar Hariyanto.
Rumah ukuran 5x10 meter persegi yang terbuat dari papan milik Zulkarnaen ludes terbakar. Begitu pula dengan 6 rumah dan riko lainnya.
Tidak ada Korban Jiwa
Kebakaran menghanguskan 7 unit rumah di Dusun Juwau, Desa Sungai Segak, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Dugaan sementara, kebakaran berasal dari korsleting listrik di kamar Picin.
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Minggu, sekitar pukul 17.30 wib. Sore itu, 20 menit sebelum terjadi kebakaran Gadalia anak dari Picin menjaga kasir.
Ia lantas beranjak dari tempat duduk memanggil ibunya yang sedang kumpul bersama tetangga dengan maksud bergantian menjaga toko.
Gadalia lalu pergi ke WC di belakang ruko. Dalam perjalanan itu, hidungnya mencium bau menyengat benda terbakar.
Baca juga: Kebakaran di Sepauk Hanguskan 7 Unit Rumah
"Saksi menuju ke wc dan pada saat berjalan di depan pintu kamar orang tuanya melihat asap keluar dari sela pintu bagian bawah. Saat pintu dibuka, saksi melihat api sudah membakar isi kamar orang tuanya," kata Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernad Musak, melalui Kasubag Humas Iptu Hariyanto, Selasa 27 April 2021.
Gadalia terkejut menyaksikan api membakar kamar orangtuanya. Dia lalu berteriak sambari berlari ke luar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-bupati-sintang-sudiyanto-274.jpg)