Dua Rumah Guru di Sepauk Ludes Terbakar, PGRI Sintang Galang Bantuan
"Dua saudara kita sedang mengalami musibah. Penggalangan bantuan ini sebagai bentuk rasa solidaritas sesama guru dan anggota PGRI," ujar Usman
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pengurus Kabupaten Sintang menggalang bantuan untuk membantu meringankan beban dua guru yang mengalami musibah kebakaran di Kecamatan Sepauk.
Zulkarnaen, Guru SDN 31 Sungai Segak, rumahnya ludes saat musibah kebakaran terjadi pada Minggu, 25 April kemarin.
Total ada 7 unit rumah dan ruko warga yang terbakar disebabkan korsleting listrik.
Selain Zulkarnaen, rumah Suani, Guru SDN 12 Nanga Pari, juga ludes terbakar.
Peristiwa kebakaran di Desa Nanga Pari terjadi pada KM 62 pada Minggu, 21 Maret 2021, sore.
Baca juga: Kebakaran di Sepauk, Rumah Guru SDN 31 Sungai Segak Ludes Terbakar
Tujuh unit rumah warga ludes terbakar. Satu korban jiwa. Petus Sendi, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat luka bakar di rumah sakit. Kakek berusia 90 tahun itu meninggal pada hari ini, Selasa 23 Mare 2021 sekitar pukul 05.30.
"Dua guru mengalami musibah di Kecamatan Sepauk. Rumah bapak Zulkarnaen dan Ibu Suani rumahnya ludes terbakar," kata Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Sintang, Usman Adi kepada Tribun Pontianak, Selasa 27 April 2021.
Usman mengajak semua pengurus cabang PGRI yang ada di 14 kecamatan untuk ikut melaksanakan penggalangan dana, baik dalam bentuk uang maupun barang, guna membantu meringankan beban dua guru yang tertimpa musibah.
"Dua saudara kita sedang mengalami musibah. Penggalangan bantuan ini sebagai bentuk rasa solidaritas sesama guru dan anggota PGRI," ujar Usman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-bupati-sintang-sudiyanto-274.jpg)