Meriam Karbit Raksasa, Tradisi Turun Temurun Kelompok Setia Tambelan Meriahkan Idul Fitri

tanpa meriam, bagi warga disini yang sudah memainkan meriam karbit dari turun temurun, kalau tidak ada meriam tidak semangat

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
sejumlah warga dari kelompok Setia Tambelan, di Kelurahan Tambelan Sampit, kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak secara gotong royong mempersiapkan meriam karbit untuk menyambut idul Fitri, Jumat 23 April 2021. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Permainan meriam karbit merupakan permainan tradisional khas Kota Pontianak yang sudah dimainkan sejak bertahun-tahun silam.

Di Kota Pontianak, pada setiap bulan ramadhan menjelang hari Raya Idul Fitri, puluhan kelompok pemain meriam karbit menjajar kan ratusan meriam karbit berukuran raksasa di sepanjang pinggiran sungai Kapuas.

Meriam karbit di Kota Pontianak rata - rata memiliki panjang enam meter, dengan diameter lubang meriam berkisar 50 cm.

Suara yang dihasilkan dari meriam raksasa itupun bukan main, saat meriam raksasa itu di sulut, suara menggelegar yang di hasilkan mempu terdengar hingga seluruh Kota Pontianak, bahkan luar kota.

Baca juga: Puasa Ramadhan 2021 Sisa Berapa Hari Lagi Jika Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah Tanggal 13 Mei 2021

Sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Pontianak bahkan menggelar festival meriam karbit di setiap tahunnya.

Namun sayang, sejak Pandemi Covid 19 melanda dunia, festival meriam karbit di tiadakan.

Kendati festival meriam karbit ditiadakan, kelompok pemain meriam Karbit di Kota Pontianak tetap bersemangat untuk memainkan meriam karbit menjelang idul Fitri di 2021 ini.

Seperti halnya satu kelompok meriam Karbit Setia Tambelan di Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak.

Secara swadaya masyarakat, kelompok meriam tersebut gotong royong mempersiapkan meriam karbit untuk dimainkan jelang Idul Fitri nanti.

Setelah mengangkat meriam berukuran raksasa dari dasar sungai Kapuas yang berlumpur untuk menjaga kualitasnya, bersama - sama warga sekitar mengikat meriam itu dengan rotan sebagai persiapan utama dan akhir untuk memainkan meriam.

Helaian rotan dengan panjang hingga 10 meter di lilitkan perlahan lahan ke seluruh bagian meriam, dengan tiap lilitannya warga selalu memaku rotan itu ke badan meriam untuk menambah kekuatan meriam agar tidak pecah saat di mainkan nanti.

"Bila warga lokal menyebut kegiatan ini menyimpai meriam atau mengikat meriam dengan tali dari rotan, tujuan utamanya untuk membuat meriam ini kuat, dan tidak pecah saat di mainkan,"ujar Hendra, perwakilan kelompok Meriam Karbit Setia Tambelan, Jumat 23 April 2021.

Baca juga: Idul Fitri 2021 Tanggal Berapa? Cek Kapan Lebaran Idul Fitri 1442 H versi Muhammadiyah & Pemerintah

Hendra menjelaskan, rotan dipilih karena rotan memiliki kekuatan yang baik serta elastis, sehingga ketika meriam di sulut batang meriam tidak mudah pecah.

Pada tahun ini, sebanyak 5 batang meriam berbahan kayu Mabang disiapkan untuk memeriahkan idul Fitri, dan untuk mengikat 5 meriam itu, dibutuhkan sekira 600 kg rotan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved