BERITA Terkini Kapal Selam Naggala 402, Menhan Prabowo Subianto Angkat Bicara
Kapal selam produksi Jerman tahun 1977 itu diduga mengalami black out atau mati listrik total saat penyelaman.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Persitiwa nahas hilangnya kapal selam KRI Nanggla 402 menyita perhatian Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Update berita terkini kapal selam Naggala 402 tersebut pun menurutnya menunjukkan aspek krusial.
Termasuk terkait rumitnya pengelolaan pertahanan negara.
Menhan Prabowo Subianto untuk berita terkini kapal selam Naggala 402 tersebut menyebut, hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 menunjukkan betapa rumitnya pekerjaan mengelola pertahanan negara.
Baca juga: INSIDEN Kapal Selam Hilang, Ditemukan Puing-puing Kapal & 44 Awak Meninggal Dunia
Menurut dia, pengelolaan pertahanan negara setidaknya mengandung tiga unsur yang sangat krusial.
"Jadi memang kejadian ini juga menggarisbawahi bahwa memang pertahanan negara adalah suatu pekerjaan yang sangat rumit,”
“Memerlukan suatu teknologi yang sangat tinggi dan mengandung unsur bahaya," ujar Prabowo dalam konferensi pers di Bali, dikutip dari Kompas TV, Rabu 22 April 2021 sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com.
Menhan Prabowo Subianto menilai, ketiga unsur dalam pengelolaan pertahanan negara tersebut berlaku di tiga aspek sekaligus, yakni darat, udara, dan laut.
Dalam mematangkan pengelolaan pertahanan negara tersebut, kata Prabowo, TNI harus selalu dalam kondisi siap tempur.
Baca juga: Ilmuan Beberkan Waktu Bertahan Kru Dalam Kapal Selam, Dr Farley : Jika Siap Prospeknya Penuh Harapan
Kondisi ini pun mengharuskan TNI aktif menggelar latihan sekalipun sangat berbahaya.
Di samping itu, faktor lain yang menjadi tantangan dalam pertahanan negara yakni betapa mahalnya harga alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Akibatnya, menurut Prabowo Subianto, pimpinan negara selalu dihadapkan dengan dilema antara mengutamakan pembangunan kesejahteraan masyarakat atau pembangunan pertahanan negara.
"Karena itu Presiden telah memerintahkan saya satu tahun yang lalu untuk bersama-sama pimpinan TNI menyusun suatu masterplan, rencana induk, 25 tahun yang memberi kepada kita suatu totalitas kemampuan pertahanan,”
“Ini sedang kita rampungkan," ucap Menhan Prabowo Subianto.
Baca juga: Kapal Selam KRI Nanggala 402 Jatuh di Kedalaman 600-700 Meter, Peluang Proses Evakuasi Menurut Ahli
"Kita sedang menyusun, sedang memperbaiki,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/berita-terkini-kapal-selam-naggala-402-menhan-prabowo-subianto-angkat-bicara.jpg)