Breaking News:

Amiruddin Minta Perusahaan Pencemar Lingkungan Ditindak

baik perusahaan pemilik CPO dan perusahaan pengangkutan keduanya mesti di periksa dan dimintai keterangan perihal masalah tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Tokoh Pemuda Kabupaten Sambas, Amiruddin. (Istimewa) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Tokoh Pemuda Kabupaten Sambas, Amiruddin yang ikut memantau lansung lokasi pencemaran lingkungan oleh tumpahan Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit di daerah aliran sungai, di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas.

Doa ungkapkan, karena sudah sering kali terjadi pencemaran lingkungan di Sambas. Maka sudah seharusnya ada tindakan tegas dari pemerintah daerah terhadap pelaku perusakan lingkungan.

"Pemerintah daerah Kabupaten Sambas harus tegas terhadap perusahaan pengangkut CPO yang telah mencemari sungai di Kecamatan Sejangkung. Karena sungai tersebut dipergunakan untuk kebutuhan mandi dan kegiatan lainnya oleh masyarakat," ujarnya, Rabu 21 April 2021.

Kata Amir, baik perusahaan pemilik CPO dan perusahaan pengangkutan keduanya mesti di periksa dan dimintai keterangan perihal masalah tersebut.

Baca juga: Pencemaran Aliran Sungai Kerap Terjadi, DPRD Sambas Akan Usulkan Perda Perlindungan Lingkungan Hidup

"Tumpahnya CPO di sungai sejangkung yang di lakukan oleh perusahaan pengangkut dan perusahaan sawit juga harus di periksa khususnya dokumen AMDAL-nya. Apakah didalam dokumen AMDAL-nya pengangkutan CPO setengah jadi ini dilakukan melalui jalur darat atau jalur sungai," katanya menegaskan.

Lebih lagi ungkapnya, ponton yang memuat CPO ini di duga dari Kabupaten Bengkayang. Karenanya patut di pertanyakan isi dokumen AMDAL-nya tentang pengangkutan CPO sawit ini.

"Kalau dalam dokumen AMDAL pengangkutan melalui jalur darat maka ini jelas-jelas salah dan apabila pengangkutan melalui jalur sungai apakah pada saat penyusunan dokumen AMDAL pengangkutan CPO ini sudah melibatkan Kabupaten Sambas," tanyanya.

"Hal ini karena jalur sungai yang di lalui adalah daerah Kabupaten Sambas," beber Amir.

Karenanya, untuk penegakan hukum dia juga minta agar di pertegas dan jangan sampai dilakukan pembiaran.

"Penegakan hukum juga harus tegas terhadap perusahaan jasa pengangkutan CPO ini karena telah melakukan pembiaran CPO hanyut di sungai. Karena kalau di biarkan terlalu lama CPO mengapung di air, maka bukan tidak mungkin akan merusak ekosistem yang ada di sungai dan juga mengganggu masyararakt sekitar yang menggunakan air sungai tersebut," kata pemuda Kabupaten Sambas itu.

Selain kepada pihak berwajib, dia juga minta agar BKSDA Kalimantan Barat turun tangan menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan di Kabupaten Sambas.

"BKSDA harus turun tangan untuk kasus CPO yang tumpah ini di Sungai ini, jangan sampai BKSDA tutup mata terhadap pencemaran sungai ini. Kasus burung bayan di proses, maka kasus CPO ini juga harus di proses," tutup Amir. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved