Breaking News:

Edi Kamtono Sebut Kualitas Infrastruktur Menjadi Daya Tarik Pengunjung Datang ke Pontianak

Kota Pontianak sebagai Kota perdagangan dan jasa, memang sudah selayaknya infrastruktur di Kota Pontianak harus dalam kondisi yang sangat baik untuk m

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat. Kota Pontianak sebagai Kota perdagangan dan jasa, memang sudah selayaknya infrastruktur di Kota Pontianak harus dalam kondisi yang sangat baik untuk menarik pengunjung datang ke Kalbar.

Demikian, yang disampaikan oleh Wali Kota Pontianak Edi, Rusdi Kamtono.

"Jika infrastruktur representatif maka akan menjadi daya tarik orang berkunjung ke Kota Pontianak. Maka untuk menarik orang berkunjung ke Pontianak salah satu caranya adalah meningkatkan kualitas infrastruktur, baik dasar maupun pelengkap," ujarnya Selasa 20 April 2021.

Dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, Pemerintah Kota Pontianak banyak cara yang telah dilakukan.

Baca juga: Minta OPD Hemat Anggaran, Edi Kamtono: Tahun 2022 Fokus Program Kebutuhan Bukan Keinginan

Salah satu diantaranya, yang sudah dilakukan ialah mempercantik taman dan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak.

Bahkan tidak hanya itu, gedung-gedung dan kondisi infrastruktur jalan juga menurutnya harus mantap.

"Dengan kondisi yang demikian bisa memikat orang untuk datang berkunjung ke Kota Pontianak. Semakin banyak jumlah kunjungan ke Pontianak, maka secara tidak langsung berdampak pada pendapatan para pelaku UMKM," kata Edi.

Hingga kini, pihaknya sedang mempersiapkan lokasi yang bisa menjadi sentra kuliner. Menurutnya, keberadaan sentra kuliner ini akan menjadi destinasi pilihan yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. 

Sebagaimana, keanekaragaman kuliner khas Pontianak ini bisa menjadi daya pikat bagi wisatawan yang ingin mencicipinya di sentra kuliner.

Saat ini Pemkot Pontianak telah melakukan percepatan-percepatan dalam pelayanan. Hanya saja, kata Edi, upaya itu terkendala dengan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM). 

Selain itu pula, adanya kebijakan refocusing dan realokasi anggaran yang mencapai Rp225 miliar dinilainya akan berdampak terhadap pelayanan. 

"Sementara pembangunan yang dilakukan harus terus dipelihara, sebab jika tidak, maka lambat laun kualitasnya akan menurun. Pembangunan sedikit melambat karena tergerus oleh belanja rutin maupun belanja Covid-19," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved