Warkop Ongaku Pertahankan Suasana Tempo Dulu dan Ciri Khas Rasa Kopi
Untuk sekarang Puji Tuhan, sudah perlahan kembali normal. Kita buka seperti biasanya lagi, yakni dari jam 05.00 sampai dengan 18.00 WIB
Penulis: Zulfikri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Warung Kopi Ongaku satu diantara tempat warung kopi legendaris di Pusat Kota Bengkayang, dengan keunikan cita rasa kopi serta suasana tempo dulu yang masih bertahan, Minggu 18 April 2021.
Warkop Ongaku yang melegenda dan tetap bertahan hingga sekarang, berdiri di pusat Kota Bengkayang dan merupakan tempat ngopi legendaris yang ada di Bumi Sebalo.
Pada tahun 1989 warung kopi Ongaku berdiri, tidak banyak mengalami perubahan dari awal hingga sekarang.
Hal ini, sekaligus menjadikan warung kopi Ongaku sebagai salah satu warung kopi tertua di Kabupaten Bengkayang saat ini.
Baca juga: Pajanang Adat Dayak Kabupaten Bengkayang Bantu Panti Asuhan Serta Warga yang Kurang Mampu
Dari segi bangunan, mulai dari interior yang menggambarkan bangunan jadul dengan suasana tempo dulu menjadi ciri khas bagi warung kopi yang didirikan oleh Chia Bun Sun atau disapa Ongaku tersebut.
“Kita mempertahankan cita rasa kopi yang terkenal harum dan kental. Itu yang menjadi salah satu alasan kenapa kopi di Warkop Ongaku masih sangat diminati para pelanggan kita. Terlebih letak kita yang strategis, yakni di tengah-tengah Pasar Bengkayang dan merupakan pusat Kota Bengkayang,” ujar salah satu karyawati di Warung kopi Ongaku, Ana.
Tidak adanya perubahan interior dari Warkop Ongaku ini, merupakan salah satu yang hal harua terjaga oleh pemilik Warkop Ongaku agar predikat sekaligus identitas sebagai tempat ngopi tradisional yang tak tergerus oleh zaman ini tetap terjaga dan dikenal oleh masyarakat luas terutama di Kabupaten Bengkayang.
Di Kabupaten Bengkayang, saat ini mulai banyak berdiri kafe-kafe yang menjual kopi dengan konsep yang modern mengikuti trend pasaran sekarang. Hal itupun, tidak berpengaruh besar kepada Warkop Ongaku.
Menurutnya, penggemar kopi dan pelanggan yang datang tentunya mempunyai selera yang berbeda-beda. Sementara itu, Warkop Ongaku memiliki apa yang tidak dimiliki oleh tempat-tempat lain.
Baca juga: Tokoh Adat di Bengkayang, Bagikan Sembako ke Panti Asuhan Hidayatullah Bengkayang
“Sepertinya tidak berpengaruh (kafe-kafe), karena pengunjung kita disini mencakup semua kalangan. Bahkan sampai saat ini, pengunjung kita semakin hari semakin bertambah,” terangnya.
Ana juga menyampaikan, bahwa salah satu yang cukup berdampak pada kelangsungan warung kopi Ongaku adalah pandemi Covid-19. Selama pandemi, Sebutnya, mengalami penuruan pengunjung, bahlan warung kopi ini harus mengurangi jam operasional tempat usaha demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
“Untuk sekarang Puji Tuhan, sudah perlahan kembali normal. Kita buka seperti biasanya lagi, yakni dari jam 05.00 sampai dengan 18.00 WIB,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/proses-pembuatan-kopi-di-warung-kopi-ongaku-184.jpg)