Ramadan Bulan Umat Muhammad
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dr Syarif, S.Ag, MA mengatakan bulannya umat Muhammad itu adalah ramadan, puasa di dalamnya pun d
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
Sedangkan nafs lawwâmah seperti diterangkam dalam Qs al-Qiyâmah/75:2 adalah senyawa hawa (sifat pantang kelintasan dan dunia (sifat pantang kekurangan). Adapun wujud nafs lawwâmah adalah ‘ajib - riyâ - tabbur - iri - dengki - menghasut - fitnah - tamak - loba - sombong.
sifat ‘ajîb-‘ujub-‘ijbun artinya takjub dengan dirinya sendiri atau bangga diri. Sifat ‘ujub melahirkan sifat riyá, pamer, ingin dipuji. Jika punjian tidak didapat atau bahkan orang lain yang mendapatkan pujian, maka muncul sifat iri yaitu sifat tidak suka orang lain labih baik darinya.
Sifat ini akan melahirkan sifat dengki yaitu sifat iri mewujud menjadi tindakan nyata. Yaitu melakukan sesuatu yang merugikan orang yang menjadi sasaran irinya. Lalu menghasut orang lain, mencari teman untuk menfitnah orang yang tidak dia sukai.
Lalu sifat tamak-loba menyelimutinya, kemudian itulah wujud sifat takabbur—membesar-besarkan diri, dan sombong. Jadi inilah yang dengan sangat jelas semuanya itu disebut “Penyakit Hati”. Jadi shiyâm itu sasarannya menghalau atau mengendalikan penyakit hati ini.
Inilah rincian insán yang ia-nya adalah jiwa yang hendak dibersihkan dengan shiyam atau puasa. Jadikanlah rincian insân di atas sebagai ukuran berhasil atau tidaknya shiyâm kita.
Jika insân sebagai penyakit hati itu masih kita prilakui baik pada saat berpuasa maupun setelahnya nanti, itulah ukuran bahwa puasa kita sebulan penuh hanya diganjar dengan lapar dan dahaga saja. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dg-cvcxcdxcxxcc.jpg)