Kluster Apoteker dan Kasus Positif Covid Meninggal, Harisson : Sanggau Kekurangan SDM, Obat dan Alat

Hal ini dibuktikan dengan adanya kluster pegawai apotek. Dimana sebanyak 23 orang petugas apotek positif Covid-19 kemungkinan tetular dari pasien yang

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi menyerahkan secara simbolis bantuan berupa obat kepada RS M TH Djaman Sanggau sekaligus melihat secara langsung kondisi Penerapan prokes di Kabupaten Sanggau, Kamis 15 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi menyerahkan secara simbolis bantuan berupa obat kepada RS M TH Djaman Sanggau sekaligus melihat secara langsung kondisi Penerapan prokes di Kabupaten Sanggau, Kamis 15 April 2021.

Dimana saat ini diakuinya masyarakat disana masih disiplin menggunakan masker, namun memang untuk prokes lainnya seperti menjaga jarak, cuci tangan sudah agak lemah. 

Hal ini dibuktikan dengan adanya kluster pegawai apotek. Dimana sebanyak 23 orang petugas apotek positif Covid-19 kemungkinan tetular dari pasien yang membeli obat. Namun kondisi tersebut tidak terjaga dengan baik ketika melakukan transaksi.

Baca juga: Harisson Sebut Tambahan 25 Kasus Positif COVID 19 di Sintang Berasal dari Kluster Keluarga

“Akan tetapi terhadap tiga apotek di Sanggau ini sudah ditutup sementara oleh Satgas Sanggau dan sudah dilakukan isolasi  bagi petugas yang terpapar,”ujarnya, Kamis 15 April 2021. 

Ia mengatakan untuk saat ini terkait penanganan untuk tindakan isolasi kasus positif covid-19 di Sanggau diakuinya sudah cukup baik. 

Harisson menekankan untuk isolasi mandiri harus benar-benar dipertahankan dan dapat melibatkan  sampai perangkat desa untuk menjaga orang yang melakukan isolasi mandiri.

“Saya juga sudah mengunjungi salah Rumah sakit di Sanggau. Dimana dalam satu bulan ini sudah ada  tiga kasus positif covid-19 yang meninggal,”ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejauh ini rumah sakit di Sanggau masih  kekurangan obat-obatan, sumber daya  para petugas kesehatan maupun alat-alat dirumah sakit. 

“Saat ini d Sanggau belum ada spesialis paru, jadi pasien covid-19 hanya dirawat oleh spesialis penyakit dalam,”ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalbar, melalui Kadiskes Kalbar sudah memberikan bantuan beberapa obat-obatan seperti Remdesivir dan lainnya. 

“Kita selama ini memang sudah memberikan bantuan obat. Jadi harus diperhatikan juga oleh Pemkab Sanggau terkait kekurangan obat-obatan di Rumah sakit. Tentu kita akan membantu,”ujarnya.

Ia mengatakan Satgas Covid-19 Provinsi Kalbar jug  meminta agar kasus covid-19 yang berat dapat dirujuk  ke RSUD Soedarso karena peralatan, SDM dan obat disana lebih lengkap.

“Kalau di  Sanggau masih kurang alat dan SDM serta obat. Sebaiknya dirujuk ke Sudarso untuk kasus yang berat,” pintanya. 

Ia mengatakan Kabupaten Sanggau juga sudah harus memberlakukan jam malam untuk membantasi aktivitas sampai pukul 20.00 WIB sesuai SE  Gubernur, kemudian WFH, bagi kasus positif langsung di isolasi di rumah isolasi pemerintah dan mandiri. 

“Silahkan lakukan razia makser, kemudian lakukan rapid antigen masal. Kalau untuk rapid antigen mereka juga dapat bantuan dari  Pemprov Kalbar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved