Breaking News:

Sekda Sanggau Buka Rapat Kesekretariatan Pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 Tentang RAN P4GN

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BNNK Kabupaten Sanggau Rudolf Manimbun, Asisten dan Staf Ahli Bupati serta Kepala OPD Kabupaten Sanggau atau pe

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
ekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka saat foto bersama usai membuka kegiatan rapat Kesekretariatan Pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di Ruang Musyawarah Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Rabu 14 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka membuka kegiatan rapat Kesekretariatan Pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di Ruang Musyawarah Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Rabu 14 April 2021.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BNNK Kabupaten Sanggau Rudolf Manimbun, Asisten dan Staf Ahli Bupati serta Kepala OPD Kabupaten Sanggau atau pejabat yang mewakili.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Sanggau Kukuh Triyatmaka menyampaikan terkait dengan kegiatan rapat Kesekretariatan Pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 Tentang RAN P4GN ini memang sudah ada sebelumnya yaitu Inpres Nomor 6 Tahun 2018.

Baca juga: Total 579 Kasus Covid-19 di Kabupaten Sanggau, Ini Rincianya

“Hari ini kita melakukan kegiatan ini karena dengan nawacita Bapak Presiden ini munculah Inpres Nomor 2 Tahun 2020. Yang dimana ini juga lebih di fokuskan, dimintakan semua komponen bangsa ini untuk mencegah atau menanggulangi penyalahgunaan Narkotika ini,”katanya.

Tentunya Pemerintah Kabupaten Sanggau, lanjut Sekda, harus menjalankan sesuai dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tersebut.
Ada enam rencana aksi, itu langkah-langkah yang sudah menjadi arahan di Inpres itu. 

"Tentu ini juga penyempurnaan Inpres Nomor 6 Tahun 2018, meskipun sebenarnya juga hampir sama. Tetapi ada penekanan-penekanan yang pada intinya adalah Narkotika ini tidak bisa diberantas atau dicegah oleh salah satu saja, Akan tetapi semua komponen bangsa termasuk pemerintah daerah saling kerja sama,”ujarnya.

Hari ini, lanjutnya, tentu kita melakukan sosialisasi sekaligus kita merencanakan rencana aksi tersebut.

“Diantaranya tadi rencana aksi sosialisasi yang sudah kita lakukan dan berjenjang sampai ketingkat OPD dan masing-masing menjaga jangan sampai di lingkungan baik ASN, tenaga kontrak dan tentunya dalam aspek pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat pun kita sampaikan, supaya masyarakat juga tidak menyalahgunakan atau terkena persoalan Narkotika tersebut,”tegasnya.

Baca juga: DAD Sanggau Tunda Sementara Waktu Kegiatan Gawai Dayak, Kecuali Kegiatan Ritual Adat Nosu Minu Podi 

Lebih lanjut, Sekda juga menjelaskan terkait dengan rencana aksi tersebut ada enam rencana aksi diantaranya kita diminta untuk melakukan tes urin.

"Waktu Inpres yang sebelumnya kami sudah melakukan tes urin dan tahun ini dilaporkan dari BKPSDM khusus ASN kita ada target dan khusus untuk rencana aksi Inpres ini minimal kita harus di tahun 2020 dua persen dari jumlah ASN,"tegasnya. 

"Kita dari pemerintah daerah sudah mengambil langkah cukup maju, karena beberapa tahun yang lalu kami sudah lakukan dan tahun ini disediakan juga yaitu sekitar lima ratusan seperti yang dilaporkan BKPSDM untuk target tes urin bagi ASN,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BNNK Kabupaten Sanggau Rudolf Manimbun menyampaikan bahwa terkait langkah-langkah dari BNN sendiri dalam mencegah atau menanggulangi penyalahgunaan Narkotika yaitu adanya desa bersinar.

“Ini difokuskan di dua desa diantaranya Desa Tanjung Merpati Kecamatan Kembayan, Desa Engkahan di Kecamatan Sekayam. dan semoga dengan langkah-langkah ini kita bisa meminimalisasikan penyalahgunaan Narkotika,"ujarnya.

Lanjutnya, Kami juga akan ada rapat koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk kita satukan persepsi, satu tujuan dan bisa mengurangi dampak penggunaan Narkotika. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved