Breaking News:

Guru Non PNS di Pontianak Merasa Terbantu Dengan Adanya Perekrutan PJLP

Program PJLP ini termasuk program untuk peningkatan kualitas di bidang pendidikan dan juga kesejahteraan para guru non PNS, lantaran yang lolos PJLP i

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Suasana ratusan guru non PNS ikuti pembekalan, di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalbar, Rabu 7 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak sudah merekrut sebanyak 571 Guru non PNS yang lolos seleksi rekrutmen Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) tenaga guru non PNS tahun 2021.

Program PJLP ini termasuk program untuk peningkatan kualitas di bidang pendidikan dan juga kesejahteraan para guru non PNS, lantaran yang lolos PJLP ini gaji guru non PNS akan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.

Sebagaimana, hal tersebut dikatakan oleh salah satu guru non PNS di Kota Pontianak.

"Alhamdulillah kami diberikan kesempatan oleh Pemerintah khususnya pemerintah Kota Pontianak bisa ikut seleksi administrasi, akademik sampai pengumuman diberi kelancaran dan gaji UMR-nya sesuai dengan kriteria yaitu 2,750.000. Mudah-mudahan dengan PJLP ini bisa memberikan semangat kepada kami untuk meningkatkan kualitas mengajar kepada siswa," ungkap Reza Wardana, selaku salah satu guru di Kota Pontianak yang mengikuti pembekalan Kelompok 1 Jasa Pendidikan Guru Non PNS melalui Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Guru Non PNS BOSDA Tahun Anggaran 2021 di Hotel Kapuas Palace, Rabu 7 April 2021.

Ia mengaku, honor guru non PNS sebelumnya hanya berkisar Rp 1,4 juta yang diterima dalam sebulan.

Hal itu, dikatakakannya lantaran waktu mengajar hanya berkisar 28 jam dalam sepekan.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Sampaikan Penghasilan Guru Non PNS Kini Setara UMR

"Jadi guru non PNS sebelumnya itu ada yang diroling dan ada yang tetap. Tapi Alhamdulillah saya kena yang tetap dan digaji 1,4 juta perbulan," katanya.

Sementara itu, Ni Ketut Windu Ratnasari yang juga merupakan Guru non PNS yang lolos PJLP.

Ia mengaku gaji yang diterima sebelumnya hanya berkisar 1,2 juta perbulan dengan waktu mengajar selama 24 jam dalam sepekan pada SD di kelas yang rendah.

Ia mengaku dari honor yang diterima itu memang belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya apalagi dirinya sudah berkeluarga.

Namun, karena diiringi dengan niat untuk mengabdi, Ratna memilih untuk bertahan untuk tetap mengajar.

"Jika dihitung kurang mencukupi untuk transportasi saja enggak cukup. Maka dengan adanya program ini sangat membantu. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak khususnya Dinas Pendidikan telah menyerap aspirasi kami,” ungkapnya.

Ia menerangkan, bahwa sistem mengajar antara PNS dan non PNS sama, seperti dicontohkan dalam penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

"Kami di kontrak mulai April hingga Desember. Harapan ke depam bisa diperpanjang masa kontrak ini," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved