Breaking News:

Ahli Hukum Dr Hermansyah Tanggapi Kasus Postingan Berujung Laporan ke Polisi di Singkawang

kasus tersebut tidak memiliki unsur pidana karena yang dipermasalahkan adalah bukan kata, namun berupa sekumpulan huruf yang tidak memiliki arti.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Ahli hukum sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura, Dr.Hermansyah SH. M.Hum. /Doc. Tribunpontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ahli hukum sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura, Dr.Hermansyah SH. M.Hum memberikan tanggapannya terkait kasus yang sempat beredar dimedia sosial yang menyangkut salah satu tokoh publik di Kota Singkawang.

Dimana, kasus tersebut bermula saat salah seorang warga Kota Singkawang yang sempat memposting video seorang tokoh publik di media sosial dengan menyematkan berberapa kalimat didalamnya yang kemudian membuat tokoh publik tersebut tidak terima hingga berujung melaporkan postingan tersebut ke pihak Kepolisian.

Dr.Hermansyah SH. M.Hum menjelaskan, terdapat dua hal yang perlu digaris bawahi dalam menyikapi kasus tersebut.

Yakni, Hukum yang sifatnya objektif dan hukum sifatnya menekankan kepastian dan kejelasan hukum.

Baca juga: UPDATE Pembangunan Bandara Singkawang, Runway Masuk Pembangunan Tahap Lanjutan

Setelah menelaah kasus tersebut dengan dua sifat hukum ini, Dr.Hermansyah SH. M.Hum menilai kasus tersebut tidak memiliki unsur pidana karena yang dipermasalahkan adalah bukan kata, namun berupa sekumpulan huruf yang tidak memiliki arti.

“Saya beri sedikit contoh, 'kamu mengapa lama?' dengan 'kamu mengapa lmxxxx?', nah apakah kata kedua kemudian memiliki arti yang sama dengan kata yang pertama?," kata Dr.Hermansyah SH. M.Hum kepada wartawan, Rabu 7 April 2021.

Dia melanjutkan, didalam hukum pidana para ahli termasuk ahli bahasa tidak boleh menafsirkan atau mengira-mengira huruf yang dituliskan tersebut.

Penafsiran dapat dilakukan apabila beranjak dari kalimat yang jelas.

"Artinya, harus jelas susunannya, karena disini hukum lebih mementingkan kepastian hukum dan kejelasan," tambahnya. (*)

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved