Citizen Reporter
Kedua Kalinya Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Dapatkan Anugrah Award untuk Leadership
Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus untuk kedua kalinya dapatkan Anugrah Award. Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus memperoleh penganugrah

Bekerja Bukan untuk Suatu Sertifikat
Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengucapkan banyak terima Kasih, karena ia juga tidak tahu apakah ia sungguh layak dapat anugrah semacam ini.
Karena baginya, bekerja bukan untuk suatu sertifikat dan bukan untuk suatu anugrah. Tapi yang ia hayati sebagai tokoh agama, mereka dipanggil bukan untuk menjadi pejabat tetapi dipanggil untuk melayani, Kamis 1 April 2021 pagi.
“Dalam Gereja Katolik, seorang Uskup bukanlah jabatan struktural atau status tapi untuk pelayanan. Jadi semakin tinggi jabatan, seharusnya semakin banyak melayani,” katanya dalam wawancara bersama Komisi Komunikasi Keuskupan Agung Pontianak.
Mgr Agustinus Agus mengungkapkan agar melayani semakin lebih efektif maka melayani haruslah dimulai dengan rendah hati.
Artinya gaya kepemimpinan haruslah rendah hati.
Tidak pandang bulu, bahkan dengan masyarakat paling sederhana pun harus dilayani sama seperti melayani seorang pejabat.
“Apalagi sebagai tokoh agama. Tentu tokoh agama tidak bisa main kuasa,” ucap Uskup.
Jadi baginya seorang pemimpin selain bisa bicara, harus lah diimbangi dengan keteladana dan contoh-contoh konkret.
Menurutnya tidak zamannya lagi manusia hanya buat pernyataan yang sekedar bagus, melainkan haruslah ditunjukkan dan dilakukan.
Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengungkapkan gaya kepemimpinan yang ia yakini harus pandai bergaul dengan siapapun.
Entah itu orang desa, orang kota, pejabat dan kaum intelektual.
“Apapun itu dan akhirnya kepribadian seseorang itulah yang menentukan berhasil atau tidak sebagai pemimpin,” imbuhnya.
Kepribadian yang ia dimaksud disini mencangkup gestur tubuh, tingkah laku, sikap, keteladanan dan tutur kata.
Oleh sebab itu gaya kepemimpinan hendaknya dapat dirasakan secara menyeluruh karena itulah yang menjelaskan keberadaan manusia dalam hal ini yakni gaya kepemimpinan.