Breaking News:

Pemda Diminta Evaluasi Rekomendasi Pembelian BBM Gunakan Drum

Sani sapaannya menilai, bahwa rekomendasi memang masih diperlukan mengingat masih banyak wilayah Ketapang tidak terpenuhi kebutuhan BBM lantaran tidak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUPONTIANAK/Nur Imam Satria
Anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Abdul Sani 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang Abdul Sani meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang melakukan evaluasi mengenai rekomendasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menggunakan drum di SPBU yang ada di Ketapang.

"Evaluasi terhadap rekomendasi yang dari Desa maupun Kecamatan harus dilakukan untuk mendata kembali kebutuhan BBM ini. Sebab rekomendasi rentan menjadi modus oknum untuk meraup keuntungan pribadi atau kelompok," kata Abdul Sani, Rabu 24 Maret 2021.

Sani sapaannya menilai, bahwa rekomendasi memang masih diperlukan mengingat masih banyak wilayah Ketapang tidak terpenuhi kebutuhan BBM lantaran tidak semua Kecamatan memiliki SPBU.

Namun menurutnya, sistem rekomendasi ini benar-benar mesti diawasi lantaran sejauh ini persolan rekomendasi seolah menjadi tameng oknum pelaku usaha dan SPBU dalam meraih keuntungan besar dengan menjual ke pihak tertentu dan bukan untuk kepentingan masyarakat.

"Dengan luas wilayah yang ada tentu rekomendasi masih menjadi alternatif memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi tertentu namun pada praktiknya disinyalir rekomendasi pembelian BBM menggunakan drum dengan skala besar menjadi ajang bisnis nakal oknum-oknum tertentu," ujarnya.

Baca juga: Penjelasan Hiswana Migas Ketapang Terkait Jam Operasional SPBU dan Pembelian BBM Gunakan Drum

Selain itu, Sani juga meminta Hiswana Migas Ketapang untuk melakukan pengawasan serius dan tidak terkesan masuk angin dengan membiarkan oknum-oknum SPBU menjual BBM yang melanggar aturan.

"Hiswana Migas Ketapang ini jangan malah terkesan membiarkan dan tidak mengawasi karena akan memunculkan opini seolah Hiswana Migas yang bermain. Sebab saya yakin jika serius mengawasi pasti ada yang ditemukan praktik-praktik nakal tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut, Sani pun mencurigai adanya permainan lantaran selama ini di Ketapang SPBU yang ada jam operasional hanya setengah hari.

Bahkan ironisnya setiap hari minggu selalu tutup padahal informasi yang didapat bahwa stok BBM aman.

"Kalau aman kenapa bukanya setengah hari, terus minggu tutup, kemana lari BBMnya. Kalau alasannya memenuhi kebutuhan rekomendasi bisa didata berapa banyak rekomendasi resmi, sebab sejauh ini sudah mulai ada juga SPBU-SPBU di beberapa Kecamatan. Disini anehnya apakah rekomendasi hanya kedok buat melancarkan urusan oknum-oknum tertentu," tandasnya.

Untuk itu, ia pun meminta Pemda untuk segera mengambil sikap dengan melakukan evaluasi terhadap rekomendasi agar rekomendasi ini benar peruntukannya dan agar tidak menjadi tameng untuk kepentingan oknum tertentu.

Baca juga: Warga Ketapang Keluhkan Jam Operasional SPBU dan Banyak Rekomendasi Pembelian BBM Gunakan Drum 

"Kalau ada yang menyalahgunakan atau jika memang ada yang memanfaatkan harus ada sanksi tegasnya. Karena kasian masyarakat kalau urusan BBM selalu begini," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sani juga meminta agar aparat kepolisian dluntuk proaktif melakukan pengawasan bahkan menindak tegas jika ada oknum-oknum yang bermain dalam hal ini.

"Jangan razia menunggu keluhan, kan bisa dilakukan patroli rutin sebab di Ketapang SPBU bisa kasat mata dilihat ketika truk pembawa drum mengisi minyak. Kalau ada patroli rutin tentu dapat mengantisipasi dan kalau ada oknum yang bermain maka harus ada sanksi tegas," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved