Breaking News:

Penjelasan Hiswana Migas Ketapang Terkait Jam Operasional SPBU dan Pembelian BBM Gunakan Drum

Yusman mengaku penjualan minyak menggunakan drum tanpa rekomendasi tidak diperbolehkan dan termasuk pelanggaran berat. Sehingga SPBU yang menerapkan p

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Hiswana Migas Ketapang, Yusman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Ketua Hiswana Migas Ketapang, Yusman mengaku kalau pembelian BBM dengan skala besar menggunakan drum memang diperbolehkan dengan sistem rekomendasi dari desa atau camat khsusnya di kecamatan-kecamatan yang masih memerlukan BBM.

"Kalau tak ada rekomendasi sayapun tidak tahu juga, biasanya kalau ada yang begitu mungkin hanya oknum anak buah di SPBU jadi kita harus koordinasikan sama pihak yang bersangkutan dulu," kata Yusman, Rabu 24 Maret 2021.

Yusman mengaku penjualan minyak menggunakan drum tanpa rekomendasi tidak diperbolehkan dan termasuk pelanggaran berat. Sehingga SPBU yang menerapkan praktik tersebut bisa mendapatkan sanksi dari Pertamina.

"Sanksi terberatnya bisa sampai pemutusan hubungan kerja," ujarnya.

Selama ini, menurut Yusman, pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran aturan saat melakukan pemantauan.

"Kalau pas ada kita biasa ada rekomendasinya. Jika memang ada yang melanggar bisa saja larinya ke pidana dan aparat keamanan bisa menertibkan," jelasnya.

Baca juga: Bawa 5 Paket Narkoba Jenis Sabu, Sepasang Suami Istri di Ketapang Ditangkap Polisi 

Sedangkan mengenai jam operasional SPBU, Yusman mengaku kalau secara ketentuan SPBU buka 24 jam. Namun untuk Ketapang diakuinya sudah menjadi kebiasaan SPBU tutup sekitar pukul 16.00 WIB.

"Untuk jam tutup kalau di kota biasanya sampai jam 9 malam ada juga yang 24 jam tapi lihat dulu daerahnya. Kalau di Ketapang sudah 15 tahun tutup sore dan hari minggu tidak pernah buka dan masyarakat juga tahu. Mau santai ke pantai juga hari minggu," ungkapnya.

Sementara untuk stok BBM sejauh ini tidak ada masalah, lantaran kapal tangker yang membawa BBM untuk Ketapang selalu masuk di jobber setiap pekan.

Terkecuali jika ada kendala alam seperti ombak atau angin besar yang menyebabkan jadwal kapal masuk menjadi tarlambat, sehingga dapat mempengaruhi stok.

"Tapi itu tidak sering. Jadi kalau memang ada kesalahan sedikit-sedikit mohon dimaklumi saja biasalah manusia tetap ada salahnya," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved