Satgas : 246 PMI dan Pelintas Tunggu Hasil Swab Keluar
Kata dia, dari 246 orang itu mereka ada yang sudah menjalani masa karantina sejak Sabtu kemarin, sejak dimulainya pelaksanaan karantina bagi PMI yang
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani sampai dengan sore hari ini terdapat 246 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk.
Kata dia, dari 246 orang itu mereka ada yang sudah menjalani masa karantina sejak Sabtu kemarin, sejak dimulainya pelaksanaan karantina bagi PMI yang masuk melalui perbatasan RI-Malaysia, khususnya di Kalimantan Barat.
"Sekarang ada 246 orang, mereka belum di perbolehkan menuju daerah tujuannya karena masih menunggu hasil swab keluar," ujar dr Fatah, Selasa 23 Maret 2021.
Baca juga: Polres Sambas Beberkan Hasil Olah TKP Temuan Tengkorak Kepala Manusia di Tebas
Dijelaskan oleh dr Fatah, seluruh PMI atau pelintas yang masuk ke Indonesia melalui PLBN Aruk semuanya wajib di lakukan swab PCR. Untuk mengantisipasinya kata dia, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan alat tes swab PCR di PLBN Aruk.
Dan untuk pelintas lansung di karantina di lokasi yang sudah di siapkan oleh petugas, sampai dengan menunggu hasil swabnya kelaur.
"Hasil rapat kemarin swab tetap di laksanakan di Aruk, dan Dinas menyiapkan peralatannya," ungkapnya.
Tidak hanya sekali swab ungkap dr Fatah, tapi pelintas diwajibkan melakukan dua kali swab dan masa karantina selama lima hari.
"Untuk jarak swab dari yang kesatu dan kedua jaraknya kurang lebih lima hari untuk swab kedua," katanya
Saat di konfirmasi, seiring dengan terus bertambahnya jumlah pelintas di PLBN Aruk dan terbatasnya tempat karantina dia ungkapkan mereka terus berupaya melakukan antisipasi.
Sedangkan untuk dapur umum kata dia, di siapkan oleh anggota TNI, sebagaimana yang sudah ditentukan sebelumnya.
"Untuk makam minum bagi PMI disiapkan oleh TNI," tutupnya. (*)