Pemkab Bengkayang Masih Kekurangan Ribuan Tenaga Pendidik

Kalau berdasarkan kebutuhan saat ini, untuk guru kita di Kabupaten Bengkayang masih kekurangan lebih dari tiga ribu orang tenaga pendidik

Penulis: Zulfikri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Jovi Lasta
Plt Kadisdikbud Kabupaten Bengkayang Gustian Andiwinata, Jumat 12 Maret 2021. TRIBUN PONTIANAK/JOVI LASTA. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Plt Kadisdik kabupaten Bengkayang, Gustian Andiwinata menyebut hingga saat ini kabupaten Bengkayang masih kekurangan ribuan tenaga pengajar, Senin 22 Maret 2021.

Pemerintah Kabupaten berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, terkhusus guru-guru yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Upaya yang dilakukan oleh Pemkab saat ini adalah pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Gustian Andiwinata mengatakan, bahwa Kabupaten Bengkayang baru saja menambah sebanyak 30 orang tenaga P3K guru yang saat ini telah resmi menjadi bagian dari birokrasi Pemda Bengkayang.

Baca juga: Pemkab Bengkayang Usulkan 600 Lebih Formasi CPNS dan P3K untuk Tahun 2021

Sebagian besar diantara jumlah pengangkatan P3K tersebut, merupakan beberapa orang yang mengikuti tes sebelumnya telah berstatus sebagai guru honorer K2 dan lolos mengikuti tes P3K.

“Untuk mereka yang diterima adalah mereka yang sebelumnya dari honorer K2 dan gagal saat mengikuti CPNS. Namun mereka lolos saat mengikuti tes P3K,” ucap Gustian.

Meskipun telah mendapat tambahan tenaga pendidik sebanyak 30 orang berstatus sebagai P3K melalui pengangkatan tersebut, Ia menilai angka tenaga guru yang diterima masih jauh dari harapan dan kebutuhan tenaga pengajar di Kabupaten Bengkayang jika dilihat secara menyeluruh.

Gustian mengungkapkan, dengan penambahan tenaga pendidik (Guru) P3K saat ini, hanya mampu mengisi kebutuhan guru pada seluruh sarana pendidikan di Kabupaten Bengkayang.

Hal ini belum mampu mengantisipasi kekurangan tenaga pendidik.

“Kalau berdasarkan kebutuhan saat ini, untuk guru kita di Kabupaten Bengkayang masih kekurangan lebih dari tiga ribu orang untuk kategori tenaga pengajar. Ini karena untuk guru, setiap tahunnya ada sekitar 100 sampai 200 tenaga pengajar yang pensiun dan angka tersebut berbanding terlebik dengan jumlah penerimaan yang dibuka setiap tahunnya,” tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved