Breaking News:

Bupati Atbah: Masuk Sambas Karantina Lima Hari dan Wajib Swab

Selama masa isolasi dan karantina itu ungkap Bupati, Pemda sudah menyiapkan lokasi karantina dan juga fasilitas lainnya bagi warga yang di karantina.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Komandan Kodim 1208/Sambas Letkol Inf Setyo Budiono dan Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat memantau pelintasan barang dan orang di PLBN Aruk, Minggu 21 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan bagi pelintas yang masuk ke Indonesia melalui perbatasan Sambas, tepatnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, maka akan dilakukan karantina selama lima hari.

Kata dia, kebijakan masuk Indonesia, khusus Sambas dan Kalimantan Barat yang wajib swab PCR mulai berlaku sejak hari ini.

"Hari ini kami di perlintasan PLBN Aruk memulai melakukan karantina dan isolasi kepada pelintas yang berasal dari negara sebelah (Malaysia-Red)," ujarnya, Minggu 21 Maret 2021.

Selama masa isolasi dan karantina itu ungkap Bupati, Pemda sudah menyiapkan lokasi karantina dan juga fasilitas lainnya bagi warga yang di karantina.

"Semua pelintas akan kami isolasi dan karantina. Untuk mendukung ini kami sudah menyiapkan ruangan, kamar dan tempat untuk mereka, begitu juga untuk konsumsi," ungkapnya.

Baca juga: Ketua Komisi IV Minta Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar Digenjot 2 Tahun Anggaran

Oleh karenanya, dia berharap agar kabar ini bisa di sampaikan kepada seluruh warga masyarakat dan khususnya Sambas yang ada di luar negeri. Jika ingin kembali ke Indonesia melalui PLBN Aruk maka wajib terlebih dahulu swab PCR.

"Mudah-mudahan ini bisa di sampaikan kepada seluruh warga dan masyarakat kita yang ada di Serawak, agar sebelum kembali ke Indonesia atau Sambas untuk bisa melakukan swab PCR," katanya.

Tujuannya kata Bupati, tidak lain adalah untuk memudahkan warga negara dan warga Sambas untuk pulang menuju daerahnya masing-masing melalui PLBN Aruk.

Dengan tidak di hantui rasa cemas akan kondisi kesehatannya jika pulang dari luar negeri, dan juga guna memastikan kesehatan warga yang hendak kembali dan berkumpul dengan keluarga.

"Swab yang berlaku selama kurang lebih tiga hari, dan harapan kita ini akan mempermudah kepulangan mereka ketempat tujuan mereka masing-masing," tutupnya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved